Penanganan Corona

Tinggal Tunggu Penyelidikan Polisi, Oknum Dokter Penjual Vaksin Corona Secara Ilegal akan Dipecat

Sanksi pemecatan mengancam ASN yang terlibat dalam penjualan vaksin secara ilegal.

Editor: rival al manaf
Dok: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi Sumut
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di pameran Satu Abad Surat Kabar Sumut yang diadakan di lobby kantor gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Rabu (12/2/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, MEDAN - Sanksi pemecatan mengancam ASN yang terlibat dalam penjualan vaksin secara ilegal.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumatera Utara(Sumut) Edy Rahmayadi terhadap anggotanya.

Diberitakan sebelumnya, salah satu dokter yang juga ASN di Dinkes Sumut ditangkap polisi karena memperjual belikan vaksin.

Baca juga: Dua Dokter Terlibat Jual Beli Vaksin Gratis Sinovac, Per Orang Rp 250 Ribu Sudah Dapat Seribu Orang

Baca juga: 2 PNS Jual Vaksin Covid-19 Jatah Narapidana untuk Warga Umum, Gubernur Minta Mereka Dipecat

Baca juga: 13 Ribu Guru Karanganyar Menunggu Suntik Vaksin: Rencana Minggu Ini

Edy Rahmayadi mengaku sudah mendapat informasi terkait kasus tersebut.

Namun belum mengetahui secara detail kronologis penangkapan ASN dimaksud.

"Secara pastinya saya belum tahu ya. Tetapi hasil dari laporan yang saya dapat adalah ada pelaksanaan vaksinasi di LP."

"Ada 2 dokter ada, dokter rutan dengan dokter di dinas kesehatan yang menyalahgunakan untuk melakukan vaksinasi kepada para tahanan."

"Tapi melakukan untuk dijual keluar," ujar Edy, usai rapat bersama OPD Pemprov Sumut, Jumat (21/5/2021).

Edy mengaku saat ini masih menunggu hasil penyelidikan dari aparat kepolisian.

Terhadap oknum ASN Dinas Kesehatan yang ditangkap, apabila terbukti bersalah maka sanksi tegas akan diberikan.

Sebab ada penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oknum ASN terhadap vaksin covid-19.

"Tapi nanti kita lihat, karena masih proses. Sanksinya pasti pecat. Sesuai peraturan yang berlaku, melakukan hal yang seperti itu."

"Vaksin ini diberikan untuk mengantisipasi orang supaya tidak terjangkit covid. Tapi malah diberlakukan seperti ini," tegas mantan Pangkostrad itu.

Ia mengingatkan kepada seluruh ASN Pemprov Sumut agar tidak mencari keuntungan dalam setiap penanganan pandemi covid-19, khususnya di Sumut.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved