Penanganan Corona

Tinggal Tunggu Penyelidikan Polisi, Oknum Dokter Penjual Vaksin Corona Secara Ilegal akan Dipecat

Sanksi pemecatan mengancam ASN yang terlibat dalam penjualan vaksin secara ilegal.

Editor: rival al manaf
Dok: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi Sumut
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di pameran Satu Abad Surat Kabar Sumut yang diadakan di lobby kantor gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Rabu (12/2/2019) 

Bila kembali kedapatan adanya ASN lainnya dan terbukti menyalahi aturan, maka sanksi tegas akan langsung diberikan.

"Bukan imbauan lagi. Sudah pasti diinstruksikan, siapa pun yang melakukan perbuatan-perbuatan yang menyalahi, saat kondisi kita sedang sulit. Lakukan SOP sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Edy.

Plt Kadis Kesehatan Sumut, Aris Yudhariansyah membenarkan bahwa ada penangkapan terhadap salah satu ASN Dinas Kesehatan Sumut.

Namun, ia masih enggan membeberkan identitas oknum ASN tersebut.

"Salah satu dokter yang bertugas di Dinas Kesehatan Sumut," ucap Aris.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi menyebutkan, oknum ASN yang ditangkap bertugas di Dinas Kesehatan Sumut dan oknum ASN di salah satu lembaga pemasyarakatan.

Mereka diduga menyalahgunakan vaksin covid-19. Dan kini aparat kepolisian masih melakukan pengembangan atas kasus tersebut.

Namun, Hadi belum dapat menjelaskan secara detail berapa orang oknum yang diamankan dan barang bukti yang berhasil dikumpulkan.

"Ya benar, ada sejumlah ASN yang diamankan," ujarnya.

Dikatakan Hadi, para ASN ini dengan sengaja menjual vaksin Covid-19 kepada masyarakat.

"Di mana vaksin itu seharusnya vaksin itu diberikan gratis," ungkapnya.

Informasi tambahan yang berhasil dihimpun, hingga kini beberapa oknum ASN Dinkes dan lapas masih dalam pemeriksaan petugas.

Lebih lanjut dikatakan Hadi, sejauh ini, belum dapat memberikan keterangan secara detail terkait pengungkapan penjualan vaksin Covid-19 itu.

Para ASN, tambah dia, saat ini masih dalam pemeriksaan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved