Breaking News:

Larangan Mudik

Toko Oleh-oleh di Pantura Tegal Kehilangan Untung Jutaan Rupiah Dampak Larang Mudik

Toko oleh-oleh telur asin di sepanjang Jalan Pantai Utara (Pantura) Kota Tegal, kehilangan potensi keuntungan jutaan rupiah karena adanya larangan mud

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: m nur huda

Namun tak disangka larangan tersebut juga berlangsung pada 2021. 

Ia juga berharap, pandemi Covid-19 di Indonesia segera berakhir. 

Supaya aktivitas jual beli di toko oleh-oleh kembali normal lagi. 

"Tahun ini karena sudah tahu kondisinya (red, larangan mudik), jadi tidak ada telur yang terbuang. Kami menstok telurnya sedikit. Kalau larangan mudik pertama banyak yang terbuang," ungkapnya. 

Pedagang telur asin di rest area, Ismi (46) mengatakan, hilangnya potensi keuntungan juga dirasakannya. 

Pada musim mudik lebaran dua tahun lalu, omzetnya bisa mencapai Rp 20 juta per hari. 

Tapi setelah ada larangan mudik, omzetnya hanya Rp 500 ribu per hari. 

Padahal untuk mengontrak kios di rest area biayanya Rp 8,8 juta per bulan. 

"Dulu musim mudik sebelum corona, stok telur per hari mencapai 500 butir. Tahun ini 600 butir saja untuk dua minggu," katanya. (fba)

--

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved