Breaking News:

ATM Link Dikenakan Biaya, Dompet Digital Siap Meraup Untung

transaksi seperti top up maupun transfer ke bank di dompet digital masih memiliki biaya yang lebih murah, bahkan ada yang gratis.

ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Nasabah melakukan transkasi melalui mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Link di Jakarta, Minggu (23/5). Mulai 1 Juni 2021, nasabah bank BUMN yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN yang melakukan transaksi di ATM Link akan dikenakan biaya untuk cek saldo dan tarik tunai. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pengenaan biaya cek saldo maupun transfer kepada nasabah bank BUMN atau Himbara yang menggunakan jaringan ATM Link menjadi kesempatan bagi beberapa pemain dompet digital meraup untung.

Hal itu mengingat transaksi seperti top up maupun transfer ke bank di dompet digital masih memiliki biaya yang lebih murah, bahkan ada yang gratis.

Seperti contoh, dompet digital LinkAja yang hingga saat ini masih menetapkan biaya gratis untuk transaksi seperti top up maupun transfer dari atau ke bank-bank milik pemerintah.

“Di LinkAja, untuk top up dan transfer dari dan ke Himbara, masih bebas biaya,” kata Direktur Marketing LinkAja, Edward Kilian, kepada Kontan.

Untuk transfer yang ditujukan kepada bank-bank non-Himbara, menurut dia, LinkAja mengenakan biaya tetap sebesar Rp 6.500.

Sementara untuk top up, ia menyebut, biaya yang ditetapkan tergantung chanel-chanel yang digunakan, seperti ATM, transfer dari bank selain Himbara hingga minimarket. “Untuk top up ada beragam, tergantung channel mulai Rp 1.000 hingga Rp. 1.500,” jelasnya.

Selain itu, pemain dompet digital lain seperti OVO juga mengaku masih memiliki biaya transfer ke bank yang lebih murah. Saat ini, pengguna OVO yang hendak melakukan transfer ke bank dikenakan biaya sebesar Rp 2.500.

“Biayanya di bawah rata rata biaya transfer bank ke bank. Jadi kalau mesti transfer ke beberapa bank mending lewat OVO,” ungkap Head of Corporate Communication OVO, Harumi Supit, Minggu (23/5).

Menurut dia, untuk top up, OVO sudah menyiapkan skema baru yang mulai berlaku pada 1 Juli 2021. Dalam skema itu, biaya administrasi untuk layanan isi ulang OVO Cash yang sebelumnya memotong dana rekening bank nantinya akan dipotong langsung dari saldo OVO Cash pengguna.

“Biaya administrasi tidak lagi dibebankan pada rekening bank. Namun biaya administrasi yang dikenakan tetap sama, yaitu Rp 1.000 hingga Rp.1.500, bervariasi antar-bank,” ungkapnya.

Meski demikian, saat ini dompet digital hanya bisa melakukan transfer ke bank. Sesama dompet digital belum bisa melakukan transfer dana satu sama lain.

Baik LinkAja maupun OVO mengaku, peluang tersebut dapat terjadi tergantung dengan aturan dari regulator nantinya.

“OVO senantiasa terbuka untuk peluang kerja sama dengan stakeholder ekosistem digital lain, sejalan dengan pandangan kami akan pentingnya kolaborasi dalam mendorong akselerasi transformasi digital,” tandas Harumi. (Kontan/Adrianus Octaviano)

Editor: Vito
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved