Breaking News:

Ditjen Diksi Sosialisasikan Pendampingan Perguruan Tinggi Untuk SMK PK

Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) sosialisasi pelaksanaan pendampingan perguruan tinggi pada program SMK Pusat Keunggulan.

Penulis: m zaenal arifin
Editor: Daniel Ari Purnomo
Ditjen Pendidikan Vokasi
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Jelang pelaksanaan Sekolah Menengah Kejuruan-Pusat Keunggulan (SMK PK) tahun 2021, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) terus lakukan berbagai persiapan.

Satu di antaranya menggelar sosialisasi pelaksanaan pendampingan perguruan tinggi pada program SMK Pusat Keunggulan Tahun 2021, kemarin

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Wikan Sakarinto menyampaikan, pentingnya sumber daya manusia (SDM) lulusan vokasi yang harus sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) hingga menghasilkan SDM yang kompeten.

Wikan menekankan, selain ijazah, lulusan pendidikan vokasi juga dibekali dengan sertifikasi kompetensi dan bahasa Inggris.

"Saya kompeten adalah ‘aku bisa ini, bukan aku sudah belajar ini’. Selain hard skills, kompeten juga mencakup soft skills dan karakter," katanya, dalam keterangan kepada Tribun Jateng, Minggu (23/5/2021).

Adapun menyoal proses pembelajaran sendiri, Wikan melanjutkan, tentu tidak terlepas dari program "link and match" yang memuat paket 8+i yang tidak hanya sekadar MoU.

Program yang didorong tersebut mencakup penyelarasan kurikulum satuan pendidikan vokasi dengan industri, pengembangan soft skills dengan project base learning, guru tamu dari industri mengajar di satuan pendidikan vokasi (minimal 50 jam per semester per prodi).

Kemudian, magang minimal satu semester, penerbitan sertifikasi kompetensi, pendidikan dan pelatihan pengajar pendidikan vokasi di industri, riset terapan yang menghasilkan produk untuk masyarakat, serta komitmen serapan lulusan oleh dunia usaha dan industri (DUDI).

"Sedangkan +i merupakan bantuan, beasiswa maupun ikatan dinas yang diberikan oleh DUDI," ucapnya.

Wikan menambahkan, lulusan peserta didik vokasi juga disiapkan menjadi “BMW” yakni bekerja, melanjutkan pendidikan, dan wirausaha.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved