Breaking News:

Berita Pekalongan

Dari 3.405 Pemudik Balik, Baru 1.102 yang di Rapid Antigen

Sebanyak 3.405 pemudik Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah balik ke perantauan.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
istimewa
Pemudik asal Kabupaten Pekalongan yang akan balik ke perantauan menjalani rapid antigen di beberapa Puskemas yang ada di Kota Santri. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Sebanyak 3.405 pemudik Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah balik ke perantauan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan Kabupaten Pekalongan Bambang, Senin (24/5/2021).

"Data per tanggal 23 Mei 2021 yang masuk 3.405 orang. Data per 24 Mei 2021 belum direkap," ungkap Bambang saat dihubungi Tribunjateng.com, sore.

Ia mengatakan, dari tren-nya, setiap hari selalu ada peningkatan jumlah pemudik yang akan balik perantauan.

"Tren setiap hari peningkatannya ratusan. Setelah, Syawalan ini mungkin bisa lebih banyak lagi," katanya.

Bambang menjelaskan, dari 19 kecamatan hanya Kecamatan Tirto belum menunjukkan peningkatan. Padahal total ada 360 pemudik di kecamatan itu.

"Pemudik wilayah Kecamatan Tirto baru 12 orang yang balik ke perantauan," jelasnya.

Sementara itu, dari jumlah tersebut baru 1.102 orang yang sudah melakukan tes rapid antigen.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan Setyawan Dwiantoro mengatakan, baru 1.102 pemudik yang telah melakukan tes rapid antigen.

"Itu data per tanggal 23 Mei 2021 dan sisanya sudah kembali ke perantauan sebelum fasilitas rapid antigen dari pemerintah diterapkan."

"Dari jumlah tersebut ada lima pemudik yang terkonfirmasi positif Covid-19," katanya.

Pihaknya mengimbau pemudik yang masih bertahan di kampung halaman melakukan tes rapid antigen sebelum kembali ke perantauan.

"Tes rapid antigen ini, berada di seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Pekalongan dan fasilitas ini gratis tanpa pungutan biaya," imbuhnya.

Wawan menambahkan, apabila ditemukan pemudik yang positif, satgas Covid-19 desa akan meminta kepada pemudik tersebut untuk menjalani isolasi mandiri.

"Pemudik tersebut juga tidak diperbolehkan untuk bepergian dahulu dan selama isoman akan selalu dipantau oleh satgas Covid-19 desa," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved