Breaking News:

Berita Salatiga

Istri Gugat Suami Dominasi Perceraian di Salatiga, Diduga Pabrik Utamakan Pekerja Perempuan

Menurut Rahmat, dari sejumlah data itu angka cerai gugat masih lebih tinggi dan jumlahnya mencapai hampir tiga kali lipat dari cerai talak.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: m nur huda
Tribunnews.com
Ilustrasi Perceraian 

Penulis: M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Fenomena istri menggugat suami mendominasi kasus perceraian di Kota Salatiga

Ketua Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan (Fapsedu) Kota Salatiga, Rahmat Hariyadi mengatakan jumlah cerai gugat yang diajukan pihak istri pada periode Januari-Februari mencapai 166 perkara.

Sedangkan jumlah cerai talak dengan periode sama mencapai 66 perkara.

"Ini semua karena diduga istri justru berperan sebagai penopang ekonomi keluarga," terangnya dalam rilis kepada Tribunjateng.com, Senin (24/5/2021).

DP3APPKB saat menggelar workshop Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kecana) di Kota Salatiga belum lama ini.
DP3APPKB saat menggelar workshop Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kecana) di Kota Salatiga belum lama ini. (Istimewa)

Menurut Rahmat, dari sejumlah data itu angka cerai gugat masih lebih tinggi dan jumlahnya mencapai hampir tiga kali lipat dari cerai talak.

Dengan demikian, angka permintaan perceraian yang diajukan oleh istri masih mendominasi di Kota Salatiga.

Ia menyatakan, terdapat  beberapa faktor yang mempengaruhi dan salah satu temuan Fapsedu Kota Salatiga adalah pabrik (industri) lebih menerima pekerja dari kaum perempuan dibandingkan dengan laki-laki.

"Akhirnya mau tidak mau harus ada pergeseran peran orangtua dalam mengasuh anak, yang kemudian beralih kepada laki- laki atau bapaknya. Sementara yang sibuk mencari nafkah adalah pihak perempuan atau ibunya," katanya

Dia mengungkapkan, agar ketahanan suatu keluarga atas masalah yang dihadapi dapat teratasi bahkan mampu mencapai level sejahtera terpenuhi adanya sekolah pra nikah menjadi sangat penting untuk terbentuknya keluarga berkualitas. 

Kabid Pengendalian Penduduk, Advokasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi DP3APPKB Kota Salatiga, Budi Cahyono mengaku  dalam upaya mendorong ketahanan keluarga telah melaksanakan berbagai program.

Salah satunya melalui workshop Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kecana) di tengah- tengah masyarakat.

“Termasuk juga menyelenggarakan Sekolah Pra Nikah bagi calon pasangan pengantin. Program tersebut sangat strategis untuk mendorong terwujudnya ketahanan keluarga sekaligus mendorong kesejahteraan keluarga," ujarnya (ris) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved