Breaking News:

Penanganan Corona

Harga Vaksin Gotong Royong Mahal, Apindo Karanganyar: Istilah Lagu Dangdutnya Ya Mundur Alon-alon

Harga vaksin Sinopharm sebesar Rp 321.660 per dosis. Sedangkan tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910

TribunJateng.com/Agus Iswadi
Vaksinasi bagi pedagang di Pasar Wisata Tawangmangu Kabupaten Karanganyar. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Karanganyar berharap ada stimulus dari pemerintah terkait pelaksanaan vaksin gotong royong lantaran harganya yang dinilai memberatkan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunjateng.com, tarif pelaksanaan vaksin gotong royong tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021 tentang penetapan besaran harga pembelian vaksin produksi Sinopharm melalui penunjukan PT Bio Farma (Persero) dalam pelaksanaan vaksin corona virus disease 2021 dan tarif maksimal pelayanan untuk pelaksanaan vaksinasi gotong-royong. 

Harga vaksin Sinopharm sebesar Rp 321.660 per dosis. Sedangkan tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910. 

Ketua Apindo Karanganyar, Edy Darmawan menyampaikan, saat ini kondisi perusahaan belum stabil di tengah situasi pandemi virus Covid-19. Biaya vaksinasi dua kali penyuntikan yang harganya hampir Rp 1 juta dinilai memberatkan bagi perusahaan. 

Di sisi lain, sebelumnya ada beberapa perusahaan yang mengalami kendala terkait pemenuhan kewajiban yakni pembayaran THR kepada para karyawan.

"Kondisi kemarin setelah lebaran teman-teman anggota Apindo kan ada sedikit permasalah terkait THR. Dari cash flow perusahaan, kinerja perusahaan belum 100 persen perform," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (25/5/2021).

Melihat kondisi tersebut, dia berharap adanya stimulus dari pemerintah terkait pelaksanaan vaksinasi gotong royong. Edy menuturkan,program vaksinasi gotong royong dari pemerintah pusat memang bersifat imbauan.  

Menurutnya, biaya yang telah ditentukan oleh pemerintah soal vaksin gotong royong, bagi perusahaan di Solo Raya terutama Karanganyar dinilai akan memberatkan perusahaan. 

"Ya nyuwun sewu, istilahnya kalau pakai lagu dangdut ya mundur alon-alon," ucapnya. 

Berdasarkan informasi yang diterimanya, ada beberapa perusahaan yang telah mendaftarkan dalam program vaksin gotong royong melalui aplikasi meski belum mengirim daftar nama. Akan tetapi setelah mengetahui harga dosis vaksin dan pelayanan vaksinasi, beberapa perusahaan terpaksa mundur. 

"Bagaimanapun juga kalau gotong royong dibebankan ke perusahaan mungkin agak keberatan karena kondisi belum normal," jelas Edy. 

Di sisi lain pihak Apindo Karanganyar mendorong pemerintah supaya karyawan usia 50 tahun-60 tahun diprioritaskan menjadi sasaran vaksin. Mengingat sebelumnya ada wacana usia 50 tahun -60 tahun akan menjadi sasaran vaskinasi setelah lansia. (Ais)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved