Infeksi Toxoplasma Dominasi Penyebab Penderita Hidrosefalus di Batang
Hingga usianya yang saat ini menginjak 11 bulan, Zaka pun harus menjalani dua kali operasi kepala dan mengharuskan dipasang selang.
Penulis: dina indriani | Editor: Daniel Ari Purnomo
Penulis : Dina Indriani
TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Berawal dari kegemaran memelihara kucing, pasangan suami istri Muhammad dan Listiani harus menerima bahwa satu di antara tiga anaknya menderita penyakit hidrosefalus akibat infeksi toxoplasma.
Adalah Zaka Ardiansyah, hidrosefalus yang diderita anak bungsu Muhammad dan Listiani itu sudah diketahui pada usia kandungan 8 bulan sehingga persalinan dipercepat dengan operasi sesar.
Hingga usianya yang saat ini menginjak 11 bulan, Zaka pun harus menjalani dua kali operasi kepala dan mengharuskan dipasang selang untuk mengeluarkan cairan agar mengurangi pembesaran kepala.
"Ketika di USG di usia 8 bulan dalam kandungan sudah diketahui terkena sakit hidrosefalus, dokter pun menyarankan segera dilakukan persalinan dan dioperasi untuk dipasang selang agar mengurangi pembesaran cairan di dalam kepalanya," tutur Listiani, Selasa (25/5/2021).
Setelah dua kali dioperasi oleh dokter bedah syaraf di rumah sakit Budi Rahayu Pekalongan, cairan di kepalanya belum juga mengecil, bahkan diameter lingkar kepala sudah mencapai 15 centimeter.
"Operasi pertama bisa mengecil, tapi berjalanya waktu kepalanya masih tetap membesar, lalu dilakukan operasi lagi tapi hasilnya masih tetap sama," jelasnya.
Listiani yang hanya mengandalkan uang dari suami sebagai supir ojek online merasa kesulitan keuangan, karena harus setiap seminggu sekali mengeluarkan uang Rp 200 Ribu untuk kontrol anak ke rumah sakit.
"Suami saya ojek online di Jakarta, untuk kebutuhan makan sehari saja terkadang masih kurang. Apalagi harus setiap minggu menyiapkan Rp 200 Ribu untuk kontrol anak ke rumah sakit," ujarnya
Mendengar warganya yang mengalami sakit hidrosefalus tersebut, Bupati Batang Wihaji didampingi kepala Dinas kesehatan dr Didiet langsung berkunjung untuk menawarkan bantuan.
Dalam kunjungan tilik warga tersebut, Bupati Wihaji juga menyerahkan bantuan paket sembako dan uang operasional kontrol ke rumah sakit sebesar Rp 3 Juta.
"Kasus penderita hidrosefalus di Batang cukup banyak yang disebabkan oleh toxoplasma, maka saya minta perhatian ibu hamil untuk hati-hati dan lakukan pencegahan," ujar Bupati Wihaji
Setelah dilakukan pencegahan, lanjut dia, akan dilakukan tindakan dilakukan yang tentunya yang akan dibantu Pemkab.
"Kalau memang keluarga penderita tidak mampu pasti kita support untuk dibantu, kalau yang miskin kita bantu dengan BPJS kesehatan yang dibayar oleh Pemda," jelasnya
Ia pun meminta dinas kesehatan untuk intens melakukan sosialisasi pencegahan dan penyebab bayi dengan kondisi hidrosefalus.
"Pencegahan kita sosialisasikan karena rata-rata kasusnya terkena toxoplasma, kalau gizi ibu hamil saya rasa sudah cukup baik, maka harus hati-hati karena itu generasi masa depan," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wihaji-jenguk-bayi-di-batang.jpg)