Breaking News:

Penanganan Corona

Jumlah Kematian karena Covid-19 Mei 2021 di Kabupaten Tegal Meningkat

Terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal pasca Ramadan dan Idul Fitri 1442H/2021

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
Istimewa
Foto berlangsungnya rapid test antigen untuk para santri Lirboyo oleh Dinkes Kabupaten Tegal pada Sabtu (22/5/2021) lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal pasca Ramadan dan Idul Fitri 1442H/2021, bahkan jumlah kematian karena Covid-19 juga ikut mengalami peningkatan.

Sesuai data yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Hendadi Setiadji, tren bulanan pasien Covid-19 yang meninggal meningkat pada April dan Mei 2021.

Bahkan update per 23 Mei 2021 jumlah pasien Covid-19 yang meninggal pada bulan Mei lebih tinggi hampir dua kali lipat dibanding April 2021.

"Tren bulanan kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Tegal Maret sampai Agustus 2020 masih landai antara 0-5 kasus, September sampai Desember mulai ada peningkatan yaitu 20-30 kasus. Januari 2021 meningkat di angka 67 kasus, Februari alami penurunan ada 31 kasus, Maret 12 kasus, April kembali meningkat 24 kasus, dan Mei 2021 meningkat 42 kasus. Sehingga tidak hanya kasus Covid-19 saja yang bertambah tapi kasus kematiannya juga meningkat," papar Hendadi, pada Tribunjateng.com, Senin (24/5/2021).

Hendadi pun memaparkan beberapa permasalahan yang masih terjadi, di antaranya masyarakat yang mulai kendor untuk mematuhi protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak).

Belum lagi pemahaman masyarakat tentang Covid-19 tergolong masih kurang baik, sehingga masih ada yang mengabaikan protokol kesehatan.

Kepatuhan isolasi mandiri pasien konfirmasi tanpa gejala atau gejala ringan belum baik.

Program Jogo Tonggo yang diharapkan bisa menekan penyebaran Covid-19 di tingkat Desa juga belum optimal.

Sehingga tidak heran jika ada beberapa Klaster Penularan Covid-19 yang masih aktif di Kabupaten Tegal.

Seperti Klaster Keluarga, Klaster Rumah Tangga, dan Klaster Hajatan.

"Membahas perkembangan kasus Covid-19 memang terjadi peningkatan, pada periode 16-22 Mei 2021 atau kita sebut tren mingguan ada 277 kasus baru. Padahal minggu sebelumnya hanya 197 kasus, sebelumnya lagi ada 185 kasus, dan seterusnya. Adanya peningkatan kasus ini jelas karena mudik lebaran kemarin," ungkapnya. 

Tak lupa pada kesempatan ini, Hendadi mengimbau masyarakat untuk waspada, mengingat setelah lebaran biasanya ada acara keluarga, halal bihalal, hajatan, dan lain-lain yang beresiko minimbulkan kerumunan. 

Protokol Kesehatan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas) wajib dilaksanakan dan dipatuhi karena inilah perlindungan pertama selain vaksin.

"Saya selalu tekankan meski sudah divaksin bukan bearti kita sudah terbebas dari ancaman Covid-19. Sehingga masyarakat harus disiplin mematuhi prokes," pesan Hendadi. (dta)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved