Breaking News:

Sabilillah Ardie: Aparat Pengawas Harus Independen dan Profesional

Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie, saat memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan inspektur.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: Daniel Ari Purnomo
Istimewa
Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie, saat memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan inspektur dan inspektur pembantu di Ruang Rapat Bupati, Selasa (25/5/2021).  

Penulis: Desta Leila Kartika 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI – Sikap independen dan profesional menjadi nilai yang harus dijunjung tinggi setiap aparatur pengawas internal pemerintah.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie, saat memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan inspektur dan inspektur pembantu di Ruang Rapat Bupati, Selasa (25/5/2021). 

Lewat sambutannya Ardie mengatakan, adanya perubahan struktur organisasi, tugas pokok dan fungsi serta tata kerja badan-badan daerah di lingkungan Pemkab Tegal membawa konsekuensi tersendiri perlunya melantik sejumlah pejabat, termasuk inspektur dan inspektur pembantu di lingkungan inspektorat.

Kendati hanya bersifat pengukuhan, Ardie menekankan jika ini dapat menjadi momen pengingat bahwa jabatan hanyalah sementara yang itu tidak saja dipertanggungjawabkan kepada negara, akan tetapi juga kepada Tuhan.

Ia pun menitip pesan agar dalam menjalankan amanat jabatan, integritas harus dinomor satukan. 

“Terlebih kedudukan bapak, ibu sebagai aparat pengawas internal pemerintah dalam proses bisnisnya harus bisa menjunjung tinggi nilai independensi dan profesionalisme hubungan kerja.  Sekalipun saya tahu ini tidak mudah, karena pejabat pada entitas ataupun objek terperiksa adalah rekan sejawat, kerabat sesama aparatur sipil negera di lingkungan Pemkab Tegal,” tutur Ardie, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com. 

Lebih lanjut, Ardie mengibaratkan jika jalinan hubungan antara pemeriksa dan terperiksa ini seperti dua orang yang sedang berdansa. 

Ada tiga prinsip dasar yang harus diperhatikan agar dansanya bisa menghibur dan menyenangkan.

Pertama, adalah keep your distance atau jaga jarak dengan objek terperiksa. Jangan terlalu jauh dan jangan pula terlalu dekat untuk menjaga independensi. Dengan demikian, batasannya menjadi jelas antara ranah pemeriksa dan terperiksa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved