Breaking News:

Berita Salatiga

Vaksinasi Guru Tahap Pertama, Pemkot Salatiga Targetkan 4000 Orang

Pemkot Salatiga menargetkan sebanyak 4.000 guru masuk prioritas pada percepatan vaksinasi Covid-19.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: sujarwo
TribunJateng.com/M Nafiul Haris
Wali Kota Salatiga Yuliyanto 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Dalam rangka menyambut tahun ajaran baru 2021/ 2022 Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga menargetkan sebanyak 4.000 guru masuk prioritas pada percepatan vaksinasi Covid-19.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengatakan, percepatan vaksinasi Covid-19 untuk semua guru tersebut, agar proses pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah dapat segera diselenggarakan.

"Adapun vaksinasi guru tahap pertama akan dilaksanakan pada 2-4 Juni 2021 mendatang. Sesuai data, total nanti target kami ada sekitar 4.000 orang berstatus guru dipastikan mendapat suntikan vaksin Covid-19," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (25/5/2021)

Menurut Yuliyanto, pada percepatan program vaksinasi dengan sasaran tenaga pendidik itu juga mengakomodir guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dan sekolah internasional.
Ia menambahkan, prinsip dari program tersebut adalah semua guru yang ada di Kota Salatiga harus mendapat vaksinasi Covid-19, sebelum tahun ajaran baru berjalan.
"Sampai saat ini, baru ada sekitar 425 guru yang sudah divaksin. Itu karena mereka kemarin turut dalam uji coba PTM. Sisanya, kami masih menunggu update terbaru data dari Dinas Pendidikan Kota Salatiga," katanya
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Salatiga, Yuni Ambarwati menerangkan data guru siap vaksinasi tahap pertama sampai saat ini sudah ada 3.894 orang.

Dia mengungkapkan, jika ada guru yang belum masuk divaksinasi tahap pertama akan disertakan pada vaksinasi gelombang kedua. Adapun mekanisme palaksanaan vaksinasi agar tidak terjadi kerumunan akan ada pembagian waktu vaksinasi sesuai lokasi kerja.

"Insya Allah awal bulan Juni ini kita sudah mulai lakukan vaksinasi untuk para guru. Untuk yang pertama dimulai dari guru TK/ RA, SD Negeri, baik swasta maupun negeri seperti MI kemudian baru guru SMP atau MTS, seterusnya SMA/MA/SMK dan MAN," ujarnya (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved