Breaking News:

opini

Kebangkitan Lebah Madu Nasional

Pada Konferensi Regional FAO untuk Eropa tahun 2016, Republik Slovenia mengusulkan Hari Lebah Sedunia untuk dirayakan pada tanggal 20 Mei setiap tahun

Penulis: rustam aji | Editor: rustam aji
iflscience/kompas.com
Ilustrasi - Lebah Madu 

Oleh Khafid Sirotudin*)

TRIBUNJATENG.COM - Sejak 20 Mei 2018, masyarakat dunia memperingati Hari Lebah se-Dunia (World Bee Day) untuk pertama kalinya. Dan sejak itu, setiap tanggal 20 Mei masyarakat dunia memperingatinya setiap tahun.

Ditetapkannya tanggal itu, terkait erat dengan sosok Anton Jansa (lahir 20 Mei 1734), warga Slovenia, pelopor pembudidaya lebah di negara asalnya.

Anton Jansa berasal dari keluarga peternak lebah dan mendaftar sekolah pemeliharaan lebah pertama di Eropa pada tahun 1766. Sejak tahun 1769, dia berkhidmat penuh waktu sebagai peternak lebah sampai meninggal dunia tahun 1773 karena typus. Karya tulis Anton berupa buku 'Diskusi tentang Pemeliharaan Lebah' diterbitkan dalam bahasa Jerman pada 1771. Buku yang sangat menginspirasi dan menjadi rujukan 'sanad ilmu' dari 'asabiqul awwalun' (pelopor awal) bagi peternakan lebah secara modern dan berkembang hingga sekarang.

Pada Konferensi Regional FAO untuk Eropa tahun 2016, Republik Slovenia mengusulkan Hari Lebah Sedunia untuk dirayakan pada tanggal 20 Mei setiap tahun. Didukung oleh Apimondia, Federasi Internasional Asosiasi Peternak Lebah, proposal World Bee Day diajukan pada Konferensi FAO sesi ke-40 pada tahun 2017. Akhirnya Majelis Umum PBB dengan suara bulat menetapkan 20 Mei sebagai Hari Lebah Sedunia, dan 20 Mei 2018 peringatan World Bee Day untuk pertama kali diadakan.

Tema WBD

Hari Lebah Sedunia atau World Bee Day (WBD) tahun 2021, mengusung tema: "Tiny workers which help produce nutritious and diverse fruits and vegetables". Secara bebas kami terjemahkan menjadi "pekerja kecil yang membantu menghasilkan/memproduksi nutrisi, beraneka ragam buah dan sayuran".

Barangkali sebagian masyarakat tidak 'nggalbo' (Jawa: sadar, peduli) jika penyerbukan tanaman buah dan sayuran sangat membutuhkan peran serta lebah sebagai hewan penyerbuk, salah satu penyerbuk biotik yang paling handal.

Menurut ahli Entomologi, cabang ilmu zoologi/biologi yang mempelajari serangga, hampir 90% bunga liar, 80 % tanaman hortikultura (buah dan sayuran), 35% tanaman di dunia, proses penyerbukannya dilakukan oleh lebah. Dan sisanya dilakukan oleh penyerbuk biotik lain seperti kumbang, semut, kupu-kupu, burung dan bermacam jenis serangga lainnya.

Peringatan WBD dimaksudkan untuk menggugah kesadaran manusia se dunia, bahwa Allah Tuhan Yang Maha Esa telah memfasilitasi manusia dengan beragam makhluk-Nya untuk mendukung, menjaga dan memelihara eksistensi kehidupannya di dunia. Sekaligus menyadarkan bahwa manusia tidak akan pernah mampu memenuhi kebutuhan pokok (pangan, air, herbal dan obat2an) untuk bertahan hidup, tanpa peran serta dan bantuan (sedekah) dari hewan dan tanaman. Baik yang hidup di alam makro kosmos (inderawi) maupun mikro kosmos (non inderawi: bakteri, virus, protozoa, dsb). Manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan merupakan sub-sistem yang saling terkait, saling tergantung satu sama lain, salin asah-asih- asuh dari sebuah ekosistem.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved