Breaking News:

Nahkoda Perahu Maut Kedungombo Bisa Bebas Kalau Bayar Uang Tali Asih Rp 27 Juta

Proses hukum yang menjerat tersangka berinisial GH (13) atas insiden perahu maut di Waduk Kedung Ombo Boyolali berakhir damai.

Istimewa
Nahkoda perahu terbalik di Kedungombo yang masih berusia 13 tahun. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Proses hukum yang menjerat tersangka berinisial GH (13) atas insiden perahu maut di Waduk Kedung Ombo Boyolali berakhir damai.

Keputusan ini di ambil setelah Proses Penelitiaan Permasyarakatan (Litmas) terhadap GH, yang dilakukan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Solo.

Namun proses diversi baru bisa dilaksanakan setelah ada uang duka dari pihak GH kepada pihak para korban.

Kasi Bimbingan Klien Anak Bapas Surakarta, Saptiroch Mahanani, mewakili Kepala Bapas Klas I Surakarta, Susana Tri Agustin mengatakan total uang duka yang harus disiapkan sebesar Rp 27 juta.

"Jadi tidak ada intervensi dari kita, penyidik, maupun dinas sosial, murni kesepakatan dari keluarga GH dan korban," ujarnya kepada TribunSolo.com, Rabu (27/5/2021).

Saptiroch menambahkan uang tersebut sebagai pengganti kepada pihak keluarga untuk melakukan selamatan mulai dari peringatan 7 hari sampai 1000 hari dari pihak keluarga.

"Nominalnya berbeda-beda per jiwa, dari Rp 2 juta sampai Rp 5 juta," jelasnya.

Pihak GH memiliki waktu 3 pekan guna memberikan hak para korban tersebut.

Setelah itu, baru penyelesaian kasus secara diversi bisa dilakukan.

Namun bila hal tersebut tidak terlaksana, maka kasus akan naik ke jenjang berikutnya atau ditangani Kejaksaan Negeri setempat.

Halaman
12
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved