Breaking News:

Berita Internasional

TERKINI: Pasukan Rusia Hasil Kerjasama dengan China Ini Paling Ditakuti Amerika Serikat

Pasukan robot bersenjata yang dikembangkan Rusia dan China membuat Amerika Serikat was-was.

Editor: Catur waskito Edy
ROBYN HAAKE—US ARMY/AFP
Pasukan Terjun Payung US Army atau Angkatan Darat Amerika Serikat dikerahkan dari Pope Army Airfield, North Carolina pada tanggal 1 Januari 2020. 

TRIBUNJATENG.COM -- Pasukan robot bersenjata yang dikembangkan Rusia dan China membuat Amerika Serikat was-was.

Kerja sama Rusia dan China dalam hal pengembangan sistem persenjataan semakin kuat

Meskipun ada upaya oleh Amerika Serikat untuk menargetkan pesaing terdekatnya dengan berbagai sanksi.

Saat ini, Rusia sedang mengembangkan serangkaian platform senjata otonom, yang memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence - AI).

Proyek ini merupakan bagian dari dorongan ambisius Kremlin, yang mendapat dukungan dari kerja sama teknologi tinggi dengan negara tetangga, China.

Itu merupakan bagian dari kemitraan strategis yang lebih luas yang dipupuk oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping.

Prioritaskan pengembanag AI oleh Rusia dalam modernisasi militer ditampilkan dalam laporan berjudul

"Artificial Intelligence and Autonomy in Russia," yang diterbitkan Senin (24/5/2021) oleh kelompok penelitian dan analisis nirlaba CNA yang berlokasi di Arlington, Virginia.

Penulis laporan tersebut bekerja sama dengan Pusat Kecerdasan Buatan Pentagon.

Hal itu dilakukan untuk menghasilkan apa yang oleh organisasi itu disebut sebagai "bagian besar pertama dari penelitian AS.”

Halaman
123
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved