Breaking News:

Penanganan Corona

Angka Kasus Covid-19 Naik, Sragen Kembali Masuk Zona Merah

Kabupaten Sragen kembali masuk zona merah setelah terjadi lonjakan kasus Covid-19. Kenaikan ini pasca libur panjang Lebaran pertengahan Mei lalu

TribunJateng.com/Mahfira Putri
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati ditemui usai upacara peringatan Hari Jadi Sragen ke-275 di Kantor Pemda Sragen, Kamis (27/5/2021) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Kabupaten Sragen kembali masuk zona merah setelah terjadi lonjakan kasus Covid-19. Kenaikan ini pasca libur panjang Lebaran pertengahan Mei lalu.

Dari dari corona.sragenkab.go.id per Rabu (26/5/2021) pukul 16.00 WIB total terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 7299 dengan sembuh sebanyak 6608 orang. Sebanyak 165 orang asimtomatis dan 113 merupakan simpomatis.

Selain libur panjang Lebaran, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan kenaikan ini akibat beberapa kelonggaran-kelonggaran yang sudah dilakukan.

"Sragen kembali masuk zona merah. Makanya kita mesti injak rem, kita harus fokus kembali untuk menegakkan protokol kesehatan."

"Selama ini ketika melandai kasus Covid-19 terjadi kelonggaran-kelonggaran di berbagai hal kegiatan kemasyarakatan," kata Bupati Yuni, Kamis (27/5/2021).

Yuni melanjutkan perlu diketahui, ada beberapa klaster di Kabupaten Sragen diantaranya klaster masjid, tarawih, ziarah, klaster mudik kedatangan dari luar daerah.

Dari kasus ini, Yuni mengaku pihaknya rajin melakukan testing. Setiap ada yang positif, dalam testing itu langsung di tracing hingga nol kasus.

Pihaknya bersyukur memiliki cukup alat untuk melakukan testing. Pemkab Sragen telah menerima alat testing oleh Kapolda Jateng dan dilakukan testing secara jemput bola.

"Kemarin Kapolda kirimkan cukup banyak, sehingga secara maksimal kita lakukan testing jemput bola di tempat-tempat keramaian. Seperti yang dilaksanakan di pasar Masaran kemarin dan beberapa pasar lain," lanjut dia.

Adanya testing di sejumlah tempat ini dikonfirmasi Yuni mengakibatkan jumlah kasus terjadi kenaikan. Akibatnya tempat karantina di Technopark maupun RS mulai penuh.

"Memang terjadi peningkatan dan betul saat ini di Technopark sudah 100 lebih pasien yang tanpa gejala kita rawat disana. Kemudian di beberapa rumah sakit sudah juga mulai penuh," katanya.

Selain angka kasus naik, Yuni mengatakan angka mortalitas atau kematian juga naik. Meninggalnya Kades Sambirejo beberapa waktu lalu juga sempat membuat Yuni tidak menyangka.

"Meninggalnya Kades Sambirejo di usia muda juga membuat saya tidak menyangka. Harusnya ketahanan tubuh kan lebih kuat, tapi nyatanya tidak."

"Kekuatan setiap orang memang berbeda, sehingga saya meminta masyarakat untuk tetap protokol kesehatan dan jangan lengah," katanya.

Guna menekan angka kasus Covid-19 ini, Yuni mengaku akan melakukan rapat koordinasi dengan seluruh instansi terkait. (uti)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved