Mobil Seken Semarang

King Mobilindo Rajanya Mobil Bekas Semarang

Penjualan di sektor ini masih tetap stabil, bahkan sesekali terjadi lonjakan permintaan, khususnya pada momen Lebaran dan tahun baru.

Penulis: hermawan Endra | Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/dok
ILUSTRASI 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Pandemi covid-19 tidak mempengaruhi bisnis jual beli mobil bekas di Kota Semarang.

Penjualan di sektor ini masih tetap stabil, bahkan sesekali terjadi lonjakan permintaan, khususnya pada momen Lebaran dan tahun baru.

Satu Owner King Mobilindo, Ko Andre mengungkapkan, pandemi covid-19 justru menjadi berkah bagi pemain mobil bekas.

Pasalnya, cukup banyak konsumen yang mengalihkan pilihan.

Mereka memutuskan membeli mobil bekas karena pertimbangan bisa menghemat financial di tengah pandemi.

Di showroomnya, Bursa Mobil Bekas Telomoyo Semarang, setiap bulan King Mobilindo rata-rata menjual 40-50 unit mobil. Angka tersebut bisa meningkat 10-20 persen saat Lebaran atau tahun baru.

Saat ini, King Mobilindo memiliki sekitar 70-90 unit mobil, terdiri dari berbagai tipe, mulai dari sedan, city car, maupun SUV dengan harga mulai Rp 100 jutaan hingga Rp 500 juta.

Pihaknya juga menyediakan fasilitas jual maupun tukar tambah. Hanya saja, Ko Andre mengaku, pihaknya tidak bermain di kelas LCGC.

Alasannya karena keuntungan yang diperoleh dari segmen itu tidak sebanding dengan biaya operasional.

"Kunci sukses bagi King Mobilindo bisa menjaga performa di tengah pandemi covid-19, terutama disebabkan oleh pelayanan spesial yang diberikan. Kami berani memberikan garansi mesin hingga 2 minggu," katanya, Selasa (25/5).

Tak hanya itu, garansi lain yang diberikan adalah produk yang dijual terjamin bukan bekas kebanjiran, bukan bekas tabrakan, dan angka spedometer asli, bukan puteran atau dimanipulasi.

"Jika terbukti ada dari ketiga (jaminan-Red) yang dilanggar, uang yang dibayar akan dikembalikan 100 persen tanpa ada potongan," terangnya.

Sedangkan untuk pembayaran, Ko Andre menyatakan, selain secara tunai konsumen juga dapat membeli dengan kredit melalui lembaga pembiayaan yang tersedia.

Tenor atau jangka waktu kredit bisa sampai 5 tahun. (wan)

Baca juga: Seperti Apa Revisi Pemerintah Aturan soal E-Commerce demi Persaingan Sehat, Ini Kata Mendag

Baca juga: Forum Mahasiswa  Liya Yuliyani : Setelah Lebaran, Badan Ikut Lebar?

Baca juga: Kisah Perjalanan Mantan Loper Koran Jadi Pangkostrad, Ternyata Masih Keturunan Sunan Gunung Jati

Baca juga: Viral Pecel Lele di Malioboro Rp 37 Ribu, Ketua Paguyuban Lesehan: Harusnya Konsumen Bisa Baca

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved