Penanganan Corona
Pemakaman Covid-19 di Kudus Cetak Rekor Tertinggi Capai 17 Jenazah Sehari
Kasus pasien meninggal di Kabupaten Kudus mencetak rekor tertinggi pada hari Rabu (26/5/2021) kemarin
Penulis: raka f pujangga | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Kasus pasien meninggal di Kabupaten Kudus mencetak rekor tertinggi pada hari Rabu (26/5/2021) kemarin.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Budi Waluyo menyampaikan, jumlah jenazah yang harus dimakamkan mencapai 17 jenazah dalam sehari.
Jumlah itu mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pandemi melanda Kabupaten Kudus sejak awal 2020 lalu.
"Kemarin yang harusnya dimakamkan sampai 17 jenazah. Tapi karena sudah malam, hanya mampu 11 jenazah saja, sisanya dilanjutkan hari ini (Kamis)," ujar dia, saat ditemui di Mapolres Kudus, Kamis (27/5/2021).
Bila dibandingkan kasus meninggal pada tahun 2020 lalu, angkanya kali ini masih jauh lebih tinggi naik 41 persen.
"Tahun lalu pertengahan 2020 itu paling tinggi sehari cuma 12 jenazah dalam sehari. Sekarang sampai 17 jenazah dalam sehari," ucapnya.
Menurut Budi, lonjakan kasus meninggal dunia karena corona terjadi mulai tanggal 18 Mei 2021 yang lalu.
"Biasanya satu dan dua jenazah saja yang dimakamkan, lalu bertambah jadi empat dan bertambah lagi sampai sekarang," ucapnya.
Saat ini, Tim Cekatil Link yang bertugas melakukan pemakaman jenazah terdiri dari 20 orang.
Rencana, pihaknya akan membagi tim tersebut menjadi dua yang masing-masing timnya terdiri dari 10 orang.
"Sekarang masih satu grup, rencananya akan dipecah menjadi dua grup jika memang dibutuhkan," ujar dia.
Budi belum berencana menambah petugas karena RS Aisyiyah juga sudah memiliki tim sendiri.
"Sekarang sudah cukup karena ada rumah sakit yang sudah punya tim pemakaman sendiri," ujarnya. (raf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tim-pemulasaraan-jenazah-rsud-dr-loekmono-hadi-kudus.jpg)