Breaking News:

Berita Semarang

YDBA Terus Mendorong Pertumbuhan UMKM, Ida: Kami Dorong Terciptanya Kolaborasi 

Sekretaris Pengurus YDBA, Ida R. M. Sigalingging sebut YDBA terus mendorong pertumbuhan UMKM.

Tribun Jateng/Ruth Novita Lusiani
Suasana Jelajah Virtual ke UMKM Manufaktur BinaanYayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) di Yogyakarta, PT Sinar Mulia Teknalum (Simultek) yang dipandu oleh Koordinator Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) YDBA di Yogyakarta, Fransisca Wisni Kristanti, Kamis, (27/5/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) terus mendorong pertumbuhan UMKM. Hal ini dituturkan Sekretaris Pengurus YDBA, Ida R. M. Sigalingging, dalam kegiatan Jelajah Virtual melalui Zoom, Kamis, (27/5/2021).

Melalui kegiatan terse

Suasana Jelajah Virtual ke UMKM Manufaktur BinaanYayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) di Yogyakarta, PT Sinar Mulia Teknalum (Simultek) yang dipandu oleh Koordinator Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) YDBA di Yogyakarta, Fransisca Wisni Kristanti, Kamis, (27/5/2021).
Suasana Jelajah Virtual ke UMKM Manufaktur BinaanYayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) di Yogyakarta, PT Sinar Mulia Teknalum (Simultek) yang dipandu oleh Koordinator Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) YDBA di Yogyakarta, Fransisca Wisni Kristanti, Kamis, (27/5/2021). (Tribun Jateng/Ruth Novita Lusiani)

but, Ida mengatakan mendorong terciptanya kolaborasi antar UMKM maupun antar perusahaan menjadi salah satu kunci untuk mendukung pertumbuhan UMKM.

“Tentunya kami terus mendorong terciptanya kolaborasi antar pelaku UMKM maupun antar perusahaan di masa pandemi ini, dan yang tidak kalah pentingnya yakni mengajak UMKM untuk dapat adaptif, seperti mendorong para pelaku UMKM untuk melakukan diversifikasi produk ditengah situasi saat ini. Sehingga dengan begitu UMKM pun bisa bertahan dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat,” tutur Ida, Kamis, (27/5/2021).

Dijelaskannya, salah satu UMKM Binaan YDBA yang telah melakukan kolaborasi yakni PT Sinar Mulia Teknalum (Simultek) dengan PT Sarandi Karya Nugraha yang juga merupakan UMKM Binaan YDBA yang telah mandiri. Selain itu, terdapat pula kolaborasi antara Bengkel Wistara Performance dengan UMKM Binaan YDBA yakni Bengkel Amarta yang berperan sebagai mentor Bengkel Wistara Performance dalam menerapkan standar pelayanan bengkel.

“Tak hanya itu saja, berbagai program pelatihan dan pendampingan yang diselenggarakan YDBA pun konsisten diikuti Simultek dan Bengkel Wistara Performance, seperti pelatihan basic mentality, pelatihan dan pendampingan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin), pelatihan LK3 (Lingkungan dan Keselamatan Kerja), pelatihan cost calculation dan quality circle control untuk UMKM manufaktur, pelatihan service advisor dan standar pelayanan bengkel bagi UMKM bengkel roda empat,” terangnya.

Pemilik Simultek, Fachrurozi Nurhidayat, menuturkan pandemi yang terjadi lebih dari setahun terakhir ini, tentu berdampak pada bisnis yang dijalankannya. Di awal pandemi, tepatnya bulan Maret 2020, Simultek mengalami sepi order.

“Saat Simultek sepi order, kami diperkenalkan oleh YDBA dengan PT Sarandi Karya Nugraha. Dengan semangatnya, kami bertemu dengan Pemilik PT Sarandi, yaitu Bapak Isep. Dengan keunggulan kami dalam product development, Pak Isep pun mempercayakan kami membuat empat macam produk yang dibutuhkannya,” ucap Rozi.

Berkat kolaborasi tersebut, Rozi mengatakan order yang diberikan PT Sarandi dapat membantu memulihkan bisnis Simultek dengan peningkatan sekira 10 persen dibandingkan kondisi di awal pandemi, sehingga di tahun 2020 tidak terjadi penurunan omzet.

“Sebelum pandemi, Simultek memproduksi komponen otomotif untuk after market dan di masa pandemi ini jugalah, kami melakukan diversifikasi produk dengan melakukan inovasi dalam pembuatan produk alat kesehatan,” imbuhnya.

Pemilik Bengkel Wistara Performance, Alfri Bagus Rupawan mengatakan di awal pandemi, tepatnya bulan Maret hingga Mei 2020, omzet Bengkel Wistara pun mengalami penurunan hingga 70 persen.

Dalam kondisi tersebut, Alfri mencoba membenahi manajemen di dalam bengkelnya. Alfri mencoba menerapkan ilmu-ilmu yang telah dipelajarinya dari YDBA, yang terkait dengan employee engagement, standar pelayanan bengkel, hingga berkonsultasi dengan mentor yang merupakan UMKM Bengkel Binaan YDBA yang telah mandiri.

“Kami benahi internal kami dan memastikan seluruh tim yang ada di bengkel memiliki frekuensi yang sama. Kami tingkatkan employee engagement kami dengan seluruh tim di bengkel. Setiap pagi, saya dan istri mengajak seluruh mekanik untuk sarapan bareng, berdoa sebelum bekerja, membagi jobdesc hingga memastikan kami memiliki visi yang sama. Hal tersebut ternyata membawa kami menjadi tim yang solid, sehingga kami kompak berjuang bersama di masa pandemi ini dan ternyata tim yang solid membawa hal positif hingga saat ini, customer datang silih berganti dan perlahan omzet kami pulih di masa pandemi ini,” jelas Alfri. (*)

Penulis: Ruth Novita Lusiani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved