Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

Ada Peningkatan Aktivitas di Terminal Dukuh Salam Slawi, Arus Balik ke Jabodetabek

Rata-rata bus yang berangkat per hari hanya 1 atau 2 unit saja. Penumpang pun paling hanya terisi 5 atau 10 orang saja

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
Istimewa
Foto suasana di Terminal Dukuh Salam Slawi pada Jumat (28/5/2021), terlihat penumpang sedang menunggu keberangkatan bus. Adapun tujuan penumpang didominasi ke wilayah Jabodetabek. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Aktivitas armada bus di Terminal Dukuh Salam Slawi Kabupaten Tegal selama arus balik, khususnya dengan tujuan Jabodetabek mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Lonjakan terjadi pada tanggal 23 Mei 2021 lalu, ada sekitar 21 armada bus yang diberangkatkan ke Jabodetabek dengan jumlah penumpang keseluruhan mencapai 429 orang.

Informasi tersebut, disampaikan oleh Kepala Seksi Angkutan dan Terminal Dishub Kabupaten Tegal, Agil Suprayogi, pada Tribunjateng.com, Jumat (28/5/2021).

Agil menyebut, meski jumlah penumpang atau pun aktivitas armada bus masih di bawah hari biasa sebelum ada pandemi Covid-19.

Namun pada arus balik kali ini jauh lebih baik dari pada hari biasa setelah ada pandemi Covid-19 apalagi saat larangan mudik.

Rata-rata bus yang berangkat per hari hanya 1 atau 2 unit saja. Penumpang pun paling hanya terisi 5 atau 10 orang saja.

"Di kami mulai ada lonjakan penumpang itu di tanggal 23 Mei 2021, tujuannya didominasi ke wilayah Jabodetabek. Karena meski ada larangan mudik, tapi kan setalah didata ternyata ada sekitar 20 ribu orang yang mudik ke Kabupaten Tegal. Sehingga untuk arus balik pun kurang lebih jumlahnya sama," ungkap Agil.

Sedangkan untuk keberangkatan pada Jumat (28/5/2021) pagi, Agil menuturkan jumlahnya masih banyak yang ke Jakarta.

Total ada 80 penumpang yang diberangkatkan menuju Jakarta. Jumlah tersebut gabungan dari lima armada bus yang ada di Terminal Dukuh Salam Slawi.

"Di Terminal Dukuh Salam Slawi ada lima PO Bus yaitu Dedy Jaya, Dewi Sri, Sinar Jaya, Setia Negara, dan Menara Dewantara. Jika dirata-rata tingkat keterisian saat arus balik kisaran 60-70 persen. Katakan maksimal penumpang 50 orang dan 70 persennya bearti 35 penumpang sekali keberangkatan," jelasnya.

Masih dalam masa pandemi Covid-19, protokol kesehatan masih diberlakukan secara ketat baik untuk kru maupun penumpang bus.

Seperti wajib mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun sebelum masuk ke dalam bus. (dta)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved