Breaking News:

Unsoed Purwokerto

Ikuti Kampus Mengajar, Mahasiswa Kedokteran Unsoed Purwokerto Berbagi Inspirasi

Program Kampus Mengajar menjadi kesempatan nyata bagi mahasiswa untuk memberi kontribusi untuk negeri.

IST
Najmi Zain, mahasiswa Kedokteran Unsoed peserta program Kampus Mengajar 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Program Kampus Mengajar menjadi kesempatan nyata bagi mahasiswa untuk memberi kontribusi untuk negeri.

Salah satunya adalah berbagi inspirasi dan motivasi agar para siswa di tingkat sekolah dasar, khususnya yang memiliki keterbatasan akses dan ekonomi dapat terus melanjutkan studinya.

Adalah Najmi Zain, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menjadi salah satu yang terpilih mengikuti program ini.

Keikutsertaannya dalam program ini bukannya tanpa alasan. Ia sangat ingin semua siswa mendapatkan akses pendidikan setinggi-tingginya.

Hal ini pulalah yang menjadi motivasi utamanya, mengingat ia juga mendapatkan kesempatan melanjutkan studi kedokteran berkat adanya beasiswa Bidikmisi.

“Harapan saya siswa di tempat saya melaksanakan program mendapatkan dorongan dan keinginan sekolah setinggi mungkin dan tidak hanya berorientasi secara material,” jelasnya.

“Dengan mengikuti program ini saya berusaha menjadi pribadi yang bermanfaat untuk orang lain dan mendapatkan makna pendidikan serta kehidupan yang berharga dari setiap waktu dan langkah kaki saya,” ungkapnya.

Program Kampus Mengajar sendiri menurutnya adalah program yang memberikan fasilitas kepada mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi softskill maupun hardskill sesuai dengan passion masing- masing.

“Kegiatan yang dilakukan lebih dominan pada experiential learning memberikan dorongan kepada siswa untuk memiliki mindset akan apa itu pendidikan dan memiliki mimpi untuk menjadi mahasiswa karena kebanyakan dari mereka dengan latar belakang ekonomi yang kurang beruntung dan memerlukan dorongan secara nyata dari para mahasiswa baik secara fisik maupun mental,” jelasnya.

Program Kampus Mengajar saat ini sudah mulai bergulir. Zain mendapat kesempatan mengajar di SD Hayuba Alam di Jalan Taman Sari, Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas.

“Kesehariannya kita menjadi asisten guru dan memiliki program unggulan sesuai passion. Sebagai contoh saya dari kedokteran memiliki program "Tingkatkan Kesehatan" dan "Siswa Sehat",” ungkapnya.

Adapun inovasi dan kreativitas mahasiswa seperti ekstrakurikuler yang sebelumnya belum ada di SD mulai coba diadakan. Zain berharap semakin banyak siswa yang dapat melanjutkan ke pendidikan tinggi seperti dirinya meskipun berasal dari keluarga yang memiliki keterbatasan. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved