Breaking News:

Khotbah Jumat

Khutbah Jumat Singkat Nilai Sosial dalam Ibadah Salat

Berikut materi khutbah jumat singkat dengan tema Nilai Sosial dalam Ibadah Salat yang dikutip dari YPKPI Masjid Raya Baiturrrahman Semarang.

MOSLEMWORLD
Khutbah jumat singkat nilai sosial dalam ibadah salat 

TRIBUNJATENG.COM - Berikut materi khutbah jumat singkat dengan tema Nilai Sosial dalam Ibadah Salat.

Sudah jadi kewajiban muslim laki-laki melaksanakan ibadah salat jumat.

Hari ini merupakan jumat terakhir di bulan Mei 2021.

Seperti diketahui Jumat merupakan hari istimewa bagi umat muslim.

Baca juga: Khutbah Jumat Singkat Menghindari Kesalahan dan Kekhilafan

Baca juga: Khutbah Jumat Singkat Iktibar Pasca Ramadan

Baca juga: Khutbah Idul Fitri Syawal Bulan Peningkatan Amal

Karena banyak amalan berbuah pahala bisa dilakukan.

Salah satunya mendengarkan khutbah jumat.

Manfaat dari mendengarkan khutbah jumat juga beragam.

Seperti meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT hingga penguat keimanan dalam beraktivitas sehari-hari.

Selengkapnya simak materi khutbah jumat singkat yang dikutip dari Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrrahman Simpanglima Semarang.

Khutbah I

الحمد لله الذى صدق وعده ونصرعبده واعز جنده وهزم الاحزا ب وحده.

اشهد ان لااله الا الله وحده لا شريك له واشهد ان محمدا عبده ورسوله لا نبى بعده.

اللهم صل وسلم على سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم وعلى اله واصحابه ومن والاه. اما بعد

فيا ايها الحاضرون او صيكم ونفسى بتقوى الله اتقوا الله حق تقاته ولا تمو تن الا وانتم مسلمون.

فقد فال الله تعالى فى كتا به المبين اعوذ با لله من الشيطا ن الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم : يايها الذين امنوااتقواالله حق تقاته ولا تمو تن الا وانتم مسلمون.

Jamaah jumat yang dimuliakan Allah SWT.

Kita tidak pernah tahu, apakah ibadah yang kita lakukan selama ini, seperti salat, zakat, puasa, bahkan ibadah haji kita ini diterima Allah SWT.

Jangan-jangan ibadah yang kita laksanakan selama ini tertolak di hadapan-Nya.

Lantaran ketidak ikhlasan, sambong, maupun gede rasa kita.

Sehingga amal ibadah yang kita laksanakan selama ini menjadi harapan dalam rangka memperoleh rida Allah yang sirna tanpa bekas.

Oleh karena itu, marilah kita banyak memohon ke hadirat Allah SWT.

"Ya Rabb, sekecil apapun ibadah yang kami tunaikan semoga Engkau berkenan menerima dengan penuh keridhoan-Mu."

Marilah kita senantiasa berupaya meningkatkan kualitas takwa kepada-Nya.

Takwa dengan cara menjalankan semua perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

Takwa dengan sikap rendah hati ibarat lesus jugrug, ngasat segoro, ngetung cacahing banyu udan.

Tetapi sikap ketawadhuan kepada-Nya harus kita jadikan sebagai kekuatan.

Karena ibarat 'celupkan jarimu di lautan, maka air yang menempel di jari telunjukmu'.

Itulah ilmu yang kita miliki.

Sementara samudera nan luas ialah ilmu Allah.

Jadi tidak ada sedikitpun yang bisa kita banggakan di hadapan Allah SWT selain amal salih kita.

Qana'ah adalah cermin dari orang yang bertakwa.

Qana'ah artinya merasa cukup akan nikmat Allah yang dikaruniakan kepada kita (nrimo ing pandum).

Inilah yang disebut dengan kekayaan atau kebahagiaan.

"Sesungguhnya kebahagiaan itu adalah panjang usia dan tetap memiliki komitmen dalam beribadah kepada Allah SWT."

Menerima dan merasa cukup akan nikmat Allah SWT akan mampu mewujudkan manusia menjadi ahli syukur yang kemudian akan menjadikan manusia pada tingkatan wira’i (ahli ibadah) karena Allah telah berfirman dalam Surat Az Zariyat ayat 56.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku."

Orang-orang yang bertakwa dan meyakinkan serta menyerahkan diri hanya kepada Allah-lah yang akan memperoleh kebahagiaan sejati.

Meskipun jamane jaman edan, yen ora edan jare ora bakal keduman.

Hananging bejaning wong kang bejo yoiku wong sing tansah eling, ati-ati lan waspada.

Inilah kekuatan spiritual kita, dengan modal takwa insyaallah kebahagiaan dunia dan akhirat akan mampu kita raih.

Jamaah jumat yang dimuliakan Allah SWT.

Negara kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dimana pilar kebangsaan harus senantiasa kita pegang teguh.

Sehingga mampu menghantarkan kita menjadi hamba yang cinta tanah air berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Jika pilar kebangsaan ini terapresiasi dan kita jadikan sebagai langkah perjuangan dalam mengisi kemerdekaan, maka insyaallah akan terwujud masyarakat khubbul wathan minal iman yang adil dan makmur gemah ripah loh jinawi.

Mengapa demikian?

Karena udara yang kita hirup ini adalah udara Indonesia, makanan minuman adalah sumber kekayaan yang kita peroleh dari bumi tercinta dan ditumbuh suburkan dengan panas matahari Indonesia.

Maka tidak ada alasan untuk tidak cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Inilah yang kemudian kita tanamkan sebagai rasa Nasionalisme.

Allah SWT berfirman yang berbunyi;

اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗوَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

"Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Alquran) dan dirikanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Surat Al Ankabuut ayat 45)

Rasulullah SAW pada 14 abad lalu telah menyampaikan, 'Ash shalatu 'imaduddin faman aqamaha faqad aqamaddin waman tarakaha faqad hadamaddin'.

"Salat adalah tiang agama, barangsiapa mendirikan salat maka ia telah menegakkan agama dan barang siapa meninggalkan agama maka ia telah meruntuhkan agama."

Oleh karena itu salat adalah kekuatan agama, dengan meyakini keberadaan Tuhan sebagai manivestasi dari Sila Pertama Dasar Negara kita.

Manakala salat kita tegakkan maka tegak pulalah agama ini.

Tetapi sebaliknya jika salat kita tinggalkan, maka akan runtuhlah agama ini.

Mudah-mudahan kita mampu menegakkan salat sampai menghadap ke hadirat Allah SWT dan dalam keadaan husnul khatimah.

Amin ya rabbal 'alamin.

Khutbah II

بارك الله لى ولكم فى القران العظيم ونفعنى واياكم بما فيه من الايت والذكر الحكيم وتقبل منى ومنكم تلاوته انه هو السميع العليم.

واستغفرالله العظيم لى ولكم ولوالدى ولوالد يكم ولسائرالمسلمين والمسلمات فاستغفروه فيا فوزالمستغفرين ويا نجاة التا ئبين

Demikian materi khutbah jumat singkat, semoga bermanfaat. (amk)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved