Breaking News:

Manfaat Makin Dirasakan, KUR Pertanian Sudah Tersalur Rp 28 Triliun

KUR akan membantu petani mengatasi masalah permodalan. Berbagai subsektor pertanian bisa memanfaatkan KUR, bahkan untuk pascapanen dan packaging

TRIBUN JATENG/SAIFUL MASUM
ilustrasi - Ibu-ibu warga Desa Kedunggading Ringinarum Kendal mengecek hasil tanaman di Dusun Tapak Timur, Rabu (12/8/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Banyaknya manfaat Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian mulai dirasakan petani. Penyaluran kredit itu dan jumlah petani yang menjadi debitur pun terus bertambah.

Berdasakan data SMI Ditjen Perben Kemenkeu, realisasi KUR pertanian hingga 27 Mei 2021 mencapai Rp 28,95 triliun, dari 916.803 debitur. Pada 2021, target penyaluran KUR pertanian sebesar Rp 70 triliun, naik dari tahun lalu Rp 50 triliun.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, KUR akan sangat membantu petani. "KUR akan membantu petani mengatasi masalah permodalan. Berbagai subsektor pertanian bisa memanfaatkan KUR, bahkan untuk pascapanen dan packaging," ujarnya, Jumat (28/5).

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Ali Jamil menilai pentingnya pemanfaatan KUR.

"Permodalan ini penting, karena merupakan kebutuhan mendasar petani. Kami akan terus sosialisasikan agar petani dapat terhubung dengan fasilitas KUR Pertanian," paparnya.

Menurut dia, petani tidak perlu mengkhawatirkan masalah pengembalian dana KUR. "Sebab, KUR bisa dicicil atau bisa dibayarkan saat panen. Sehingga, petani bisa beraktivitas dengan tenang. Bahkan kami harapkan KUR bisa membantu petani meningkatkan pendapatan," tuturnya.

Ali menyatakan, Kementan akan terus menggenjot serapan KUR pertanian di daerah. "Dari data yang diperoleh pada 2020, pengembalian dana pinjaman KUR di sektor pertanian cukup sehat bagi sektor perbankan," tuurnya.

Nilai non-performing loan (NPL) atau kredit macet hanya 0,6 persen dari total nilai pinjaman. Padahal, KUR ini sangat berguna untuk hilirisasi pascapanen," tambahnya.

Ke depan, Ali menginginkan para petani tidak hanya menjual gabah, tetapi juga mampu menjual beras. Untuk itu, penggilingan beras di desa-desa harus ditumbuhkan.

Ia menjelaskan, tujuan dari KUR pertanian adalah meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif, meningkatkan kapasitas daya saing UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Halaman
12
Editor: Vito
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved