Breaking News:

Berita Purbalingga

Foto-foto Belanda Membangun Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga, Awalnya Pangkalan Militer

Bandara Jenderal Besar Soedirman yang dulunya dikenal sebagai Lanud Wirasaba tidaklah setenar bandara besar lain di Hindia Belanda.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rival al manaf
Istimewa
Dua pesawat Austers terparkir di Pangkalan Udara Wirasaba. Sumber : Fries Fotoarchief 

Penulis: Permata Putra Sejati 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - "Augustus 1947 - Een grasveld, twee tenten, en een Piper Cup!. Dat was het vliegveld Wirasaba". 

Begitulah kalimat pertama artikel berjudul Vliegveld Wirasaba dalam surat kabar De Locomotief, 7 April 1948. 

Artikel itu memberikan gambaran Agustus 1947 silam, Bandara Wirasaba, Purbalingga hanyalah lapangan rumput, dengan dua buah tenda dan satu buah pesawat Piper-Cup.

Perbaikan dan pembangunan Pangkalan Udara Wirasaba tanggal 31 Januari 1948. Sumber : Fotocollectie Dienst voor Legercontacten Indonesie
Perbaikan dan pembangunan Pangkalan Udara Wirasaba tanggal 31 Januari 1948. Sumber : Fotocollectie Dienst voor Legercontacten Indonesie (istimewa)

Baca juga: Bocah SMP Kendarai Motor Terlibat Kecelakaan, Tabrak Lansia di Purbalingga

Baca juga: Kesaksian Warga Lihat Kakek 70 Tahun di Purbalingga Terjatuh dari Pohon Kelapa Setinggi 10 Meter

Baca juga: Maling di Purbalingga Milih-milih, Pajero Dibawa Pulang, Ayla Ditinggal Begitu Saja

Bandara Jenderal Besar Soedirman yang dulunya dikenal sebagai Lanud Wirasaba tidaklah setenar bandara besar lain di Hindia Belanda.

Contohnya seperti Vliegveld Tjililitan (kini Halim Perdana Kusuma, Jakarta), Vliegveld Andir (kini Bandara Husein Sastranegara, Bandung), atau Vliegveld Darmo (kini Makodam V Brawijaya, Surabaya) yang umumnya diambil alih pengelolaannya oleh Maskapai Penerbangan Hindia Belanda.

Korps Genie/Zeni KNIL tanggal 31 Januari 1948sedang menciptakan landasan pacu yang lebih baik, sehingga pesawat yang lebih berat dapat mendarat di lapangan ini. Sumber : Fotocollectie Dienst voor Legercontacten Indonesie
Korps Genie/Zeni KNIL tanggal 31 Januari 1948sedang menciptakan landasan pacu yang lebih baik, sehingga pesawat yang lebih berat dapat mendarat di lapangan ini. Sumber : Fotocollectie Dienst voor Legercontacten Indonesie (istimewa)

Wirasaba, Purbalingga dibuat menjadi pangkalan udara sejak 1938, hanya untuk keperluan pendaratan pesawat militer.

Bahkan pada peta Purbalingga terbitan Hindia Belanda 1944 belum mengindikasikan wilayah itu sebuah pangkalan udara dengan ikon khusus.

"Jika flashback kembali ke masa lalu, Lanud Wirasaba pertama kali dibangun pada 1938.

Pembangunannya tidak terlepas dari kepentingan ekonomi dan militer," ujar Tim Ahli Cagar Budaya Purbalingga, Ganda Kurniawan kepada tribunjateng.com, Sabtu (29/5/2021).

Pembangunan/pengerasan landasan pacu sepanjang 400 meter, Korps Zeni KNIL melibatkan ratusan warga setempat untuk mengerjakannya, tanggal 31 Januari 1948. Sumber : Fotocollectie Dienst voor Legercontacten Indonesie
Pembangunan/pengerasan landasan pacu sepanjang 400 meter, Korps Zeni KNIL melibatkan ratusan warga setempat untuk mengerjakannya, tanggal 31 Januari 1948. Sumber : Fotocollectie Dienst voor Legercontacten Indonesie (Istimewa)
Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved