Breaking News:

Berita Karanganyar

Harga Kedelai Impor Naik, Perajin Tahu di Karanganyar Terpaksa Kurangi Bahan Baku dan Pekerja

Pengrajin tahu asal Bulurejo Kelurahan Tegalgede Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Mariman terpaksa mengurangi bahan produksi lantaran harga kedelai im

Penulis: Agus Iswadi
Editor: m nur huda
Istimewa
Pekerja sedang mengolah kedelai untuk dijadikan tahu di tempat produksi yang berada di Lingkungan Cerbonan Kecamatan/Kabupaten Karanganyar. 

Penulis: Agus Iswadi.

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pengrajin tahu asal Bulurejo Kelurahan Tegalgede Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Mariman terpaksa mengurangi bahan produksi lantaran harga kedelai impor terus mengalami kenaikan. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunjateng.com dari DInas Perdagangan Tenaga Kerja dan Koperasi (Disdagnakerkop) UKM Karanganyar per Jumat (28/5/2021), rata-rata harga kedelai kuning impor berkisar Rp 11 ribu per Kg. 

Harga kedelai kuning impor terendah berada di Pasar Belang Jatiyoso Rp 10,5 ribu per Kg. Sedangkan di Pasar Kwadungan Kerjo harga kedelai impor mencapai Rp 14 ribu per Kg.
Pengrajin tahu Mariman menyampaikan, terpaksa mengurangi bahan baku produksi sejak harga kedelai mulai mengalami kenaikan secara bertahap. 

"Harga di pasaran Rp 11 ribu lebih (per Kg). Kalau harga minggu lalu dari gudang Rp 10,7 ribu," katanya kepada Tribunjateng.com, Sabtu (29/5/2021). 

Biasanya saat harga kedelai berkisar Rp 6.500 hingga Rp 6.700 per Kg, Mariman menghabiskan 1,5 ton kedelai dalam sekali produksi. Akan tetapi sejak harga kedelai mencapai Rp 10 ribu, dia terpaksa mengurangi bahan baku menjadi 1 ton sekali produksi. 

"Itu paling habis seminggu. Yang penting usaha bisa jalan. Ya benar usaha cari untung tapi kan harus jaga konsumen juga," ucapnya. 

Selain mengurangi bahan baku, dirinya juga pernah menaikan harga jual tahu saat harga kedelai mencapai Rp 8.700 per Kg. Dia mencontohkan, harga per potong semisal Rp 300, naik menjadi Rp 400. Akan tetapi ukurannya ditambah. 

Namun sejak harga kedelai mencapai Rp 10 ribu lebih per Kg, dia belum tahu apakah akan menaikan harga jual tahu ke konsumen.

"Konsumen ya ngeluh, sekarang kok Rp 5.000 hanya dapat segini," ucap Mariman. 

Di sisi lain, kenaikan harga kedelai juga membuatnya terpaksa mengurangi jumlah karyawan. Semula di tempatnya, ada 2 perempuan dan 5 laki-laki yang bekerja. Akan tetapi sekarang menyisakan 1 perempuan dan 4 laki-laki. 

Mariman menuturkan, tahu yang diproduksinya selain dijual ke pedagang keliling juga dijual ke pedagang yang berada di pasar tradisional. (Ais).

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved