Breaking News:

Berita Tegal

HNSI Dukung Wacana Pelabuhan Perikanan Kota Tegal Jadi Pelabuhan Nusantara  

Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal, mendukung wacana Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk meningkatkan kelas Pelabuhan Per

Tribun Jateng/Fajar Bahruddin
Para anak buah kapal (ABK) tengah mempersiapkan tambang di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari, Kota Tegal, Jumat (28/5/2021).  
 
 
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad 
 
TRIBUNJATENG.COM,TEGAL- Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal, mendukung wacana Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk meningkatkan kelas Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari, Kota Tegal. 
 
Meskipun rencana itu baru tersampaikan secara lisan. 
 
Ketua HNSI Kota Tegal, Riswanto mengatakan, Menteri KKP RI Sakti Wahyu Trenggono sempat menyampaikan keinginannya untuk meningkatkan kelas PPP Tegalsari. 
 
Dari kelas pelabuhan perikanan menjadi Pelabuhan Nusantara. 
 
Hal itu disampaikan oleh Menteri KKP, seusai HNSI menyampaikan kondisi PPP Tegalsari Kota Tegal. 
 
Riswanto mengatakan, ia menyampaikan itu dalam pertemuan antara perwakilan nelayan Kota Tegal dan Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi dengan Menteri Sakti Wahyu Trenggono di Kantor KKP Jakarta, Kamis 11 Februari 2021. 
 
"Itu dibahas waktu audiensi dengan menteri. Pihaknya (red, KKP), siap mengembangkan pelabuhan perikanan di Tegal dengan rencana anggaran sekira Rp 400 miliar sampai Rp 500 miliar," katanya kepada tribunjateng.com, Jumat (28/5/2021). 
 
Riswanto menjelaskan, PPP Tegalsari Kota Tegal layak untuk mendapatkan pengembangan berupa perluasan atau pelebaran. 
 
Karena pendapatan asli daerah (PAD) dari pelabuhan perikanan cukup tinggi. 
 
Menurutnya hal itu terbukti dari ditingkatkannya target PAD pada 2021 untuk Pemerintah Kota Tegal dari sektor pelabuhan. 
 
Dari target PAD tahun 2020 sebesar Rp 8,5 miliar, tahun ini dinaikkan menjadi Rp 17 miliar. 
 
Sementara target PAD untuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dari pelabuhan di Kota mencapai Rp 5 miliar. 
 
"Pendapat daerah dari pelabuhan di Kota Tegal cukup tinggi. Tapi belum ada peningkatan fasilitas yang signifikan. Meski pun sempat ada beberapa kali pengerukan," ungkapnya. 
 
Riswanto berharap, pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat untuk memperhatikan keadaan PPP Tegalsari Kota Tegal. 
 
Jika harus ada peningkatan kelas menjadi Pelabuhan Nusantara, maka otomatis harus ada pembahasan lebih lanjut antara pemerintah pusat dan provinsi terkait aset. 
 
Mengenai itu, HNSI kembalikan kepada pemerintah. 
 
Namun yang terpenting menurutnya adalah pengembangan pelabuhan perikanan untuk nasib nelayan yang lebih baik. 
 
Ia menilai, pengembangan yang dilakukan akan berdampak baik untuk semua pihak, khususnya nelayan. 
 
Termasuk ikon Tegal yang merupakan Kota Bahari. 
 
Citra pelabuhan perikanan yang terkenal jorok dan kumuh secara otomatis akan berubah. 
 
"Kami berharap kepada KKP, apa yang disampaikan pada saat audiensi untuk menaruh perhatian kepada pelabuhan perikanan di Kota Tegal, ada pembicaraan lanjut dan ada realisasi pembangunannya. Agar permasalahan yang tiap tahun terjadi ini bisa terurai," ungkapnya. 
 
Riswanto mengatakan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah. 
 
Dari dinas menyampaikan akan berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah. 
 
Sekaligus meminta HNSI untuk membuat surat kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah. 
 
"Tanggapan provinsi akan dibicarakan dengan Sekda. HNSI disuruh buat surat, ini masih dalam proses," ujarnya. (fba)
 
 

--

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved