Breaking News:

Berita Purbalingga

Besok Presiden Resmikan Bandara JBS di Purbalingga, Sejarah Bandara Wirasaba Purbalingga

Bandara yang dulu bernama Lanud Wirasaba itu punya sejarah panjang pada masa Hindia Belanda.

Editor: Catur waskito Edy
Tribun Jateng/Permata Putra Sejati
Maskapai penerbangan Citilink melakukan Proving Flight pesawat ATR 72-600 di Bandara Jenderal Besar Seodirman, Purbalingga, pada Kamis (1/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA -- Tamggal 1 Juni besok, Presiden Jokowi akan meresmikan Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga. Bandara yang dulu bernama Lanud Wirasaba itu punya sejarah panjang pada masa Hindia Belanda.

"Augustus 1947 - Een grasveld, twee tenten, en een Piper Cup!. Dat was het vliegveld Wirasaba".

Begitulah kalimat pertama artikel berjudul Vliegveld Wirasaba dalam surat kabar De Locomotief, 7 April 1948.
Artikel itu memberikan gambaran Agustus 1947 silam, Bandara Wirasaba, Purbalingga hanyalah lapangan rumput, dengan dua buah tenda dan satu buah pesawat Piper-Cup. Lanud Wirasaba tidaklah setenar bandara besar lain di Hindia Belanda.

Contohnya seperti Vliegveld Tjililitan (kini Halim Perdana Kusuma, Jakarta), Vliegveld Andir (kini Bandara Husein Sastranegara, Bandung), atau Vliegveld Darmo (kini Makodam V Brawijaya, Surabaya) yang umumnya diambil alih pengelolaannya oleh Maskapai Penerbangan Hindia Belanda.

Wirasaba, Purbalingga dibuat menjadi pangkalan udara sejak 1938, hanya untuk keperluan pendaratan pesawat militer. Bahkan pada peta Purbalingga terbitan Hindia Belanda 1944 belum mengindikasikan wilayah itu sebuah pangkalan udara dengan ikon khusus.

"Jika flashback kembali ke masa lalu, Lanud Wirasaba pertama kali dibangun pada 1938. Pembangunannya tidak terlepas dari kepentingan ekonomi dan militer," ujar Tim Ahli Cagar Budaya Purbalingga, Ganda Kurniawan, Sabtu (29/5).

Pembangunan bandara bertujuan untuk mobilitas armada tempur tentara Hindia Belanda. Keberadaan bandara belum difungsikan dengan maksimal karena landasan rumput atau tanah keras dengan jalur pacu sepanjang 1.000 meter.

Dikuasai Jepang

Angkatan udara Jepang memukul mundur armada laut sekutu dan menghancurkan pangkalan udara ML-KNIL. Pada 1942 -1945, pangakalan udara Wirasaba jatuh pada pendudukan Jepang. Terlebih lagi Wirasaba pada saat itu bukan basis utama skuadron ML-KNIL dan sekutu.

Ganda mengatakan, satu pesawat serbu, Hurricanes, yang ditarik dari Lanud Blimbing-Ngoro, Jawa Timur menuju Jawa Barat mendarat darurat di Wirasaba karena saluran bahan bakar bermasalah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved