Breaking News:

FOKUS

FOKUS : Percaya Proses

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) telah menunjuk pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong untuk menukangi Timnas Indonesia.

tribunjateng/grafis/bram
Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi 

Oleh Galih Permadi

Wartawan Tribun Jateng

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) telah menunjuk pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong untuk menukangi Timnas Indonesia. Shin Tae-yong ditunjuk setelah Simon Mcmenemy gagal total dalam Kualifikasi Piala Dunia 2022 Qatar.

Dari lima pertandingan Timnas Indonesia nirpoin. Tim Garuda kalah dua kali dari Malaysia (2-3 dan 0-2), kalah dari Thailand (0-3), kalah dari UEA (0-5), dan kalah dari Vietnam (1-3).

Harapan kini di pundak Shin Tae-yong untuk menyelesaikan tiga pertandingan sisa. Paling tidak Timnas Indonesia tidak malu-maluin bisa pecah telur hingga kualifikasi berakhir.

Sejak ditunjuk jadi pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong selalu mendengungkan slogan percaya proses. Ia meminta PSSI dan pecinta sepakbola Indonesia untuk bersabar dan percaya akan proses.

Menurutnya, tidak mudah membawa Indonesia memperbaiki ranking FIFA saat ini, apalagi menginginkan trofi juara dalam waktu dekat. "Tolong bantu saya untuk ini dengan semua orang di PSSI dan semua media yang peduli tentang sepak bola Indonesia," ujar Shin Tae-yong, (10/7/2020).

Ya, dalam satu dasawarsa terakhir, Timnas Indonesia telah berganti-ganti pelatih. Ada Ivan Venkov Kolev (2002-2004 & 2007), Peter Withe (2004-2007), Alfred Riedl (2010-2011, 2013-2014 & 2016), Wim Rijsbergen (2011-2012), Aji Santoso (2012), Nilmaizar (2012-2013), Luis Manuel Blanco (2013), Rahmad Darmawan (2013), Jakson F Tiago (2013), Pieter Huistra (2015) Luis Milla (2017-2018), Bima Sakti (2018), Simon Mcmenemy (2018-2019).

Hasilnya, Timnas Indonesia paling banter menjadi runner up Piala AFF. Prestasi ini kalah mentereng dibanding Garuda Muda yang menjuarai Piala AFF U-16 di tangan Fakhri Husaini dan Piala AFF U-19 dan U-23 di bawah asuhan Indra Sjafri.

Percaya proses yang dikatakan Shin Tae-yong, mirip yang dilakukan Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. Ia butuh waktu empat tahun menukangi Liverpool untuk meraih titel Juara Liga Champion 2018/2019 setelah The Reds menunggu 14 tahun lamanya. Setahun kemudian, Klopp memberikan gelar Juara Liga Inggris 2019-2020. Gelar ini menjadi spesial bagi The Reds setelah menunggu juara 30 tahun.

Analis Premier League, Steve McManaman mengatakan jika Klopp dan Liverpool adalah bukti bahwa segala sesuatunya butuh proses. Menurutnya, tren pemecatan pelatih dalam waktu singkat justru merusak sepak bola. Sebab sulit mendapat pelatih yang bisa mengembangkan tim secara instan, semua butuh waktu dan sumber daya yang mumpuni.

"Bagaimana bisa mereka bekerja dan mengembangkan tim jika mereka hanya dipekerjakan selama 8 bulan?, saya selalu menekankan kesabaran dan proses," ujarnya kepada Goal internasional, (3/7/2020).

Meski demikian, Steve pun mengakui bahwa tidak semua pelatih dapat diberi waktu dan kesempatan. "Selama pelatih mempunyai etos kerja yang bagus, gagasan yang tepat dan gaya sepakbola yang cocok, biarkan dia bekerja dan berproses," ujarnya.

Sementara di Indonesia, pelatih Timnas hanya bertahan paling lama tiga tahun melatih yakni Ivan Kolev dan Peter Withe. Keduanya memberikan gelar Runner Up Piala AFF.

Tentunya ada harapan besar Timnas Indonesia di tangan Shin Tae-yong. Paling tidak Shin sudah mengubah pola permainan dan kekuatan fisik pemain di beberapa laga uji coba. PSSI, suporter, dan netizen bisa bersabar dan biarkan STY bekerja demi Timnas meraih prestasi. Sekali lagi, percaya proses! (*)

Penulis: galih permadi
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved