Breaking News:

Berita Karanganyar

Sekitar 1.200 KPM PKH di Karanganyar Belum Dapat Bantuan, Masih Proses Konsolidasi Data

Namun proses konsolidasi akan berlangsung lama ketika KPM PKH tidak memiliki E-KTP

TribunJateng.com/Agus Iswadi
Koordinator PKH Karanganyar, Nur Cholis. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Dinas Sosial Karanganyar masih melakukan pengecekan data guna proses konsolidasi data menyusul adanya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang belum menerima bantuan. 

Koordinator PKH Karanganyar, Nur Cholis menyampaikan, ada beberapa KPM yang belum menerima bantuan karena datanya tidak padan dalam penyaluran bantuan PKH tahap kedua yang dilakukan pada April.

Dia mencontohkan, semisal KPM sudah memiliki E-KTP dan KK terbaru. Di sisi lain data itu sudah sama dengan yang ada di Disdukcapil Karanganyar. Akan tetapi di Dirjen Kependudukan, data itu tidak padan atau NIK tidak terdaftar. 

"Sekitar Februari-Maret ada padanan antara data DTKS (Data Terbaru Kesejahteraan Sosial) dengan data Dukcapil atau sinkronisasi. Ada beberapa KPM PKH (data) yang tidak padan," katanya kepada Tribunjateng.com, Senin (31/5/2021). 

Dia menuturkan, bantuan itu akan cair ketika sudah dilakukan konsolidasi data dari Disdukcapil dengan Dirjen Kependudukan. Konsolidasi data dimulai dengan melakukan pengecekan data yang dilakukan tim PKH terhadap KPM.

"Itu nanti bisa keluar, setelah kita kroscek ke lapangan kalau KPM sudah ber E-KTP, kita koordinasi dengan Dukcapil dan Dukcapil konsolidasi ke pusat. Nanti kalau sudah clear bantuan akan masuk lagi," ucapnya. 

Namun proses konsolidasi akan berlangsung lama ketika KPM PKH tidak memiliki E-KTP. 

Penyaluran tahap kedua sudah ada sekitar 29 ribu KPM PKH yang telah menerima bantuan.

Sedangkan yang belum mengalami kendala pencairan karena data KPM tidak padan ada sekitar 1.200-an. 

Dia menjelaskan, jumlah KPM PKH yang belum menerima bantuan akan terus berkurang karena saat ini masih dalam proses konsolidasi data. 

"Tahap kedua kan jadwalnya April. Ini sampai 30 Mei 2021 ada 11 gelombang. Jadi tidak langsung satu kali, tapi ada 11 termin BNBA (by name by addres) karena ada proses padanan data," jelas Nur. 

Sesuai ketentuan bantuan PKH disalurkan 3 bulan sekali. Sekali penyaluran, ibu hamil dan anak usia dini mendapatkan masing-masing Rp 750 ribu, anak SD mendapatkan Rp 250 ribu, anak SMP mendapatkan Rp 375 ribu, anak SMA mendapatkan Rp 500 ribu, lansia dan disabilitas berat mendapatkan masing-masing Rp 600 ribu. (Ais)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved