Breaking News:

Bakul Tahu dan Tempe di Sragen Langka? Imbas Stok Kedelai Kosong

Produk pertanian kedelai lokal di Kabupaten Sragen belum tersedia selama tiga bulan kedepan.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: Daniel Ari Purnomo
tribunjateng/Akhtur Gumilang
Harga Kedelai. 

Penulis : Mahfira Putri Maulani

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Produk pertanian kedelai lokal di Kabupaten Sragen belum tersedia selama tiga bulan kedepan.

Hal ini berimbas pada bahan baku tempe dan tahu itu sulit dicari.

Petani di bumi Sukowati baru akan menaman kedelai pertengahan Juni hingga 25 Juni 2021. Sehingga baru akan panen tiga bulan kedepan.

"Tahun 2021 ini untuk pertanaman kedelai sampai bulan ini belum ada. Karena Sragen penanaman kedelai baru dimulai nanti pertengahan Juni."

"Sampai tanggal 25 Juni. Jadi nanti panennya sekitar 3 bulan yang akan datang," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperketapang) Sragen, Eka Rini Mumpuni Titi Lestari, Selasa (1/6/2021).

Tidak adanya petani yang menanam ini, membuat kedelai saat ini tidak ada. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan di Sragen harus melakukan import.

Eka mengaku telah meninjau ke sejumlah kabupaten, namun kondisi kedelai memang tidak begitu banyak. Jikapun ada, kedelai itu digunakan untuk bibit.

"Memang kondisinya saat ini tidak ada kedelai di Sragen, memenuhi kebutuhan Sragen import dari luar. Di daerah lain juga sama."

"Kalaupun ada hanya untuk bibit di daerah Brebes, Demak, Blora sudah panen tapi masih sedikit karena diprioritaskan untuk ditanam kembali," lanjut Eka panggilan akrabnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved