Breaking News:

Berita USM

Dosen FTP USM Berikan Pelatihan Penanganan Pasacapanen Buah Pisang Bagi Kelompok Tani

Dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Semarang (USM) memberikan pelatihan kepada kelompok tani Dewi Sri

Istimewa
Tim dosen FTP USM berikan pelatihan penanganan pasacapanen buah pisang kepada kelompok tani Dewi Sri dan Baladewa di Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang, kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Semarang (USM) memberikan pelatihan kepada kelompok tani Dewi Sri dan Baladewa di Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang.

Sosialisasi diberikan langsung oleh dosen dari FTP USM yaitu Dewi Larasati dan Aldila Sagitaning Putri. Pelatihan tersebut juga melibatkan dua mahasiswa Jururan Teknologi Hasil Pertanian yaitu Bella Juniar Praptia dan Amal.

Pelatihan yang diberikan yaitu tentang penanganan pasacapanen buah pisang, pembuatan tepung pisang dan pembuatan dodol pisang guna meningkatkan pengetahuan tentang penanganan pascapanen pisang dan pengelolahannya.

"Pelatihan penanganan pascapanen pisang ini karena kedua kelompok tani itu dalam melakukan penanganan pascapanen pisang masih sederhana sehingga perlu adanya pengetahuan tentang penanganan pascapanen pisang," kata Dewi Larasati, dalam keterangannya, Selasa (1/5/2021).

Penanganan tersebut mulai dari pemanenan, pengumpulan dan pemotongan, penyortiran dan penggolongan, pencucian, pengeringan, pengemasan dan penyimpanan atau langsung pendistribusian, sehingga kualitas pisang dapat dipertahankan sampai ke konsumen.

Dengan pelatihan tersebut, diharapkan menambah wawasan anggota kelompok tani di Kecamatan Semarang Barat bahwa pisang juga bisa dibuat tepung yang dapat diolah menjadi berbagai macam olahan misalnya kue kering dan brownies dari tepung pisang.

Sedang deversifikasi olahan pisang lainya adalah membuat dodol pisang. Dewi menuturkan, selama ini selain dikonsumsi dalam keadaan segar, pisang hanya diolah menjadi pisang godog dan pisang goreng.

"Dengan adanya tambahan pengetahuan cara pembuatan dodol pisang maka mereka dapat memanfaatkan pisang yang sudah matang menjadi dodol dan bisa dijual dalam bentuk lain," paparnya.

Peserta pelatihan dan sosialisasi adalah anggota TNI dan petani penggarap dari dua kelopok tani yaitu kelompok tani Dewi Sri dan Baladewa yang berjumlah 12 orang.

Peserta sangat antusia dalam mengikuti pelatihan dan sosialisasi tersebut karena mereka belum pernah mendapatkan sosialisasi serupa terutama pada waktu praktek pembuatan dodol/jenang pisang.

Ketua kelompok tani Baladewa, Sumarji menyatakan, pihaknya sangat senang dengan kegiatan tersebut dan meminta ke depannya untuk dilakukan kembali dengan materi yang berbeda.

"Kami senang dan tertarik atas materi pelatihan ini sehingga ke depan kami juga ingin para ibu-ibu diberikan pelatihan seperti ini," pintanya. (Nal)

Baca juga: Psikologi USM Gelar Webinar Pengembangan Aktualisasi Diri Remaja di Masa Pademi

Baca juga: Himateta USM Semarang Gelar Webinar Produk Olahan Coklat Untuk Siswa SMA

Baca juga: Dosen FTP USM Berikan Pelatihan Pengemasan Buah dan Sayuran pada Kelompok Wanita Tani di Kendal

Baca juga: Dosen FH USM Raih Doktor, Teliti Tindakan Passing Off Dalam Melindungi Konsumen

Penulis: m zaenal arifin
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved