Breaking News:

Wawancara Eksklusif

WANSUS Dubes RI untuk Thailand Rachmat Budiman, Jejak Alquran Berbahasa Jawa di Narathiwat

Dubes RI untuk Thailand Rachmat Budiman, Jejak Alquran Berbahasa Jawa di Narathiwat Thailand Selatan

Editor: iswidodo
Tribunnews
Duta Besar RI untuk Thailand Rachmat Budiman 

TRIBUNJATENG.COM - Duta Besar RI untuk Thailand Rachmat Budiman menceritakan tentang sejarah jejak masyarakat Jawa dan KH Ahmad Dahlan di Thailand. Rachmat menceritakan hubungan erat Indonesia dan Thailand sudah terjalin sejak zaman kerajaan di masa lalu. Misalnya, terdapat Kitab suci Al Quran tertua asal Indonesia masih tersimpan dengan baik di museum Ahmadiyah Islamiyah, Provinsi Narathiwat, Thailand.

Hal itu disampaikan Rachmat dalam wawancara eksklusif dengan tema, "Kerajaan Sriwijaya, Majapahit, dan KH Ahmad Dahlan". Acara dipandu Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra dengan dimoderatori Manager Pemberitaan Tribun Network Rachmat Hidayat, Senin (24/5) lalu.

Berikut wawancara eksklusif Tribun Network bersama dengan Duta Besar RI untuk Thailand Rachmat Budiman:

Bagaimana perkembangan hubungan Indonesia dengan Thailand?

Kalau dalam konteks hubungan Indonesia dan Thailand sebagai bangsa. Ini memang sudah terjalin jauh sebelum Indonesia merdeka. Itu dengan adanya berbagai hubungan-hubungan dari kerajaan-kerajaan yang ada Indonesia di masa lalu.Dapat diketahui dari seputar-seputar dan istilah-istilah. Indonesia pada masa lalu dikenal dengan istilah, misal Sriwijaya dengan Sriwichai. Berbagai artefak-artefak khususnya di dalam konteks ini adalah yang berhubungan dengan agama Islam di situ ada juga Qur'an dalam bahasa Jawa yang ada di Thailand Selatan itu sudah sekitar tahun 1600an sudah ada di sana.

Jadi ini memperlihatkan suatu hubungan-hubungan yang erat antara Indonesia dan Thailand. Secara hubungan diplomatik resmi, kita hubungan Indonesia dan Thailand dimulai 7 Maret 1950. Tahun lalu kita merayakan hubungan diplomatik untuk 70 tahun.

Selama 70 tahun hubungan Indonesia-Thailand tidak ada persoalan-persoalan yang tidak diselesaikan dengan baik, dengan persaudaraan, dengan persahabatan. Memang kalau kita lihat hubungan antara Indonesia dengan Thailand, ada persaingan dalam mengundang investor. Saya rasa ini suatu hal yang wajar.

Dari konteks resmi Indonesia dan Thailand itu ada suatu mekanisme bilateral kerja sama yang berbentuk komisi bersama. Dipimpin masing-masing Kementerian Luar Negeri. Pada masa Indonesia sebelum merdeka Thailand menjadi pusat perkumpulan pejuang-pejuang kita untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan.

Di sini tercatat peristiwa luar biasa. Yaitu pada waktu merah putih pertama kali berkibar di Thailand yaitu pada 1 Mei 1947. Nah ini dimulai dengan cerita heroik dan sangat menyentuh bagaimana perjuangan mantan KNIL (Koninklijke Nederlandsch Indische Leger) pada waktu itu yang melakukan disersi untuk kemudian mengibarkan bendera 1947.

Pada Maret 1946 dramatis suatu malam ketika Bangkok diguyur hujan, di suatu tempat yang Bangkok Sports Club itu tempat di mana para tentara Belanda berada, KNIL. Di situ ada perkumpulan-perkumpulan. Suatu malam itu diceritakan walau hujan besar, suasana dingin, tapi di dalam gedung itu terjadi suasana mencekam. Mereka pagi akan dikirim ke Indonesia untuk mempertahankan kembali keberadaan Belanda di Indonesia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved