Breaking News:

PLN Pun Ekspansi Masuk Bisnis Layanan Internet

PLN melalui anak usahanya, PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) meluncurkan layanan fixed broadband internet.

Editor: Vito
Net
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - PLN melalui anak usahanya, PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) meluncurkan layanan fixed broadband internet.

Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini mengatakan, layanan internet dengan nama Iconnet itu dapat diakses melalui aplikasi PLN Mobile. Ia optimistis, layanan baru tersebut dapat bersaing dengan kompetitor lain di pasar.

"Dengan sinergi antar-anak perusahaan PLN, PLN yakin dapat menyediakan Iconnet, layanan Internet yang reliable (andal), affordable (terjangkau), unlimited (tanpa batas), tentunya siap bersaing dengan kompetitor atau penyedia layanan internet lain,” katanya, dalam siaran pers, Selasa (1/6).

Menurut dia, Iconnet merupakan satu cara PLN bertransformasi, mengingat data pengguna fixed broadband internet di Indonesia meningkat dari 12 persen menjadi 15 persen pada 2020.

PLN merasa dapat berkontribusi di layanan internet fiber optik, terutama untuk menjangkau kebutuhan masyarakat di era digital serta era adaptasi kebiasaan baru (new normal). "Hasil dari transformasi ini diharapkan dapat dirasakan oleh berbagai pihak," ujarnya.

Mengutip situs resmi https://iconnet.id/productinternet yang diakses pada Senin (31/5), Iconnet menawarkan paket layanan internet broadband dengan harga yang beragam, tergantung pada wilayah dan kecepatan pada masing-masing paket.

Secara umum, Iconnet menawarkan paket layanan dengan kecepatan 10 Mbps, 20 Mbps, 50 Mbps, dan 100 Mbps. Semuanya ditawarkan dengan kuota unlimited.

Wilayah Jabodetabek dengan paket langganan kecepatan paling rendah, yaitu 10 Mbps, layanan Iconnet dibanderol Rp 185.000/bulan, sedangkan untuk kecepatan tertinggi, yakni 100 Mbps, dibanderol Rp 427.000/bulan.

Untuk wilayah Jawa & Bali, Iconnet dengan kecepatan 10 Mbps dibanderol Rp 188.000/bulan, sedangkan paket dengan kecepatan 100 Mbps ditawarkan dengan harga Rp 563.000/bulan.

Harga berbeda juga ditawarkan untuk wilayah Sumatera dan Kalimantan, dengan yang paling mahal tercatat untuk wilayah Indonesia Timur. (Kompas.com/Fika Nurul Ulya/Kontan.co.id)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved