Breaking News:

12 Ribu TKI Pulang dari Malaysia via Surabaya, Satgas Covid-19 Jatim Sudah Temukan 149 Orang Positif

Banyak TKI dari Malaysia memilih pulang ke Indonesia lewat Surabaya, karena tidak diwajibkan menjalani karantina covid-19.

Editor: Vito
Dok. Dishub Kalbar
ilustrasi - Sejumlah TKI dan WNI dari Malaysia sedang berada di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (21/3/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA - Di tengah lonjakan kasus covid-19 di Malaysia dalam beberapa waktu terakhir, gelombang kepulangan puluhan ribu tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Negeri Jiran ke berbagai daerah masih terus berlanjut hingga kini.

Jumlah TKI yang kembali dari Negeri Jiran dalam 4 bulan terakhir sudah mencapai 41.000 orang, menurut data Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Malaysia.

Para TKI itu kembali ke Indonesia dalam program rekalibrasi pulang (PRP). Program itu digulirkan pemerintah Malaysia untuk pekerja migran tak berdokumen resmi sejak akhir Januari. Mayoritas TKI itu pulang melalui sejumlah kota besar seperti Surabaya, Jakarta, dan Medan.

Namun, pegiat buruh migran di Malaysia mengatakan, sebelum Mei 2021, banyak TKI memilih pulang ke Indonesia lewat Surabaya, karena tidak diwajibkan menjalani karantina covid-19.

Otoritas Pemprov Jatim mengaku mulai mengisolasi TKI yang datang sejak akhir April lalu. Dari sekitar 12.000 pekerja migran yang datang dan sudah dikarantina, sebanyak 149 orang positif covid-19, dengan dua di antaranya membawa varian baru virus corona.

Makhyan Jibril al Farabi, Juru Bicara Satgas Covid-19 Jatim, menyatakan, Pemprov Jatim mulai menerapkan kewajiban karantina bagi TKI sejak 27 April lalu. Upaya mitigasi itupun berhasil menemukan TKI yang terjangkit covid-19.

"Saat itu sudah ada wacana pekerja migran dari Singapura dan Malaysia akan pulang. Itu kami sudah siapkan, dan sekarang masih berjalan," paparnya.

Hingga 1 Juni lalu, Jibril mencatat 12.171 TKI masuk ke Surabaya lewat Bandara Internasional Juanda. Setibanya di bandara, dia menambahkan, para TKI itu dibawa ke lokasi isolasi di Asrama Haji Sukolilo, gedung diklat Kementerian Agama di Ketintang, dan 20 hotel yang bekerja sama dengan pemprov.

Setelah isolasi selama 2 hari, para TKI dengan hasil tes PCR negatif akan diserahkan ke pemkot/pemkab asal mereka. Namun, jika hasil PCR mereka positif covid-19, para TKI itu akan dirawat di Rumah Sakit Lapangan Indrapura, Surabaya.

Jibril mengungkapkan, para TKI yang bebas covid-19 akan melanjutkan masa isolasi selama 3 hari di bawah kendali pemda asalnya. Jika negatif di hari terakhir, barulah TKI itu diizinkan pulang ke rumah.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved