Breaking News:

Penanganan Corona

Delapan Daerah di Jateng Alami Lonjakan Covid-19 Signifikan, Kasatgas Covid-19 Minta Laporan Ganjar

Meningkatnya kasus Covid-19 di Jateng menurut Ganjar Pranowo sebenarnya bisa diprediksi, namun ternyata salah diantisipasi.

Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Raka F Pujangga
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Ganip Warsito dan Bupati Kudus, HM Hartopo berkunjung ke Kabupaten Kudus di tengah lonjakan kasus, Rabu (2/6/2021) sore. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Meningkatnya kasus Covid-19 di Jateng menurut Ganjar Pranowo sebenarnya bisa diprediksi, namun ternyata salah diantisipasi.

Ia menyebut, setiap ada libur panjang, selalu ada peningkatan kasus Covid-19. Hal itu seharusnya bisa menjadi dasar untuk antisipasi lonjakan kasus.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Tengah  mencatat setidaknya ada delapan Kabupaten/Kota yang mengalami kenaikan kasus secara signifikan meliputi Sragen, Tegal, Brebes, Banyumas, Cilacap, Karanganyar, Wonogiri dan Kudus.

Baca juga: Pengunjung Telaga Sarangan Berkelahi dengan Pemilik Restoran gara-gara Pesan Sate Keliling

Baca juga: Kode Redeem FF Kamis 3 Juni 2021, Terbaru dan Belum Digunakan di Free Fire

Baca juga: Wanita Ini Selamat dari Pembantaian Nazi di Kamp Konsentrasi Auschwitz, Begini Kesaksiannya

“Ini terprediksi sebenarnya. Setiap kali ada libur panjang pasti ada kenaikan (kasus),” lapor Ganjar kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito dalam Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 yang dihelat di Gedung Pemda Provinsi Jawa Tengah, Rabu (2/6/2021).

Mengintip dari catatan tahun lalu, apa yang terjadi di Jawa Tengah persis seperti yang terjadi pada 2020 bahwa peningkatan kasus aktif pascalibur panjang nasional juga menyebabkan naiknya Bed Occupancy Rate (BOR) hingga mencapai 90 persen.

Kendati telah dilakukan konsultasi dan koordinasi secara rutin terkait adanya potensi kenaikan kasus dari liburan panjang, namun Ganjar mengakui bahwa hal itu tidak semua diantisipasi dengan baik oleh sejumlah Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Tengah sehingga terjadi kenaikan kasus seperti yang terjadi di Kudus.

Selain kurangnya antisipasi, Ganjar juga melaporkan bahwa kenaikan kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus juga terjadi karena prediksi-prediksi seperti fenomena tahun lalu yang tidak dicermati dengan baik sehingga menimbulkan kepanikan.

“Kaget gitu ya. Dia tidak prediksi, dia tidak antisipasi, lalu berikutnya panik,” jelas Ganjar.

Kepada Ketua Satgas Letjen TNI Ganip Warsito, Gubernur Ganjar melapor bahwa pihaknya telah berulangkali meminta agar Pemerintah Kabupaten/Kota yang mengalami kenaikan angka kasus dapat segera mengambil langkah konsolidasi dan menghindari pemahaman seolah-olah dapat melakukan penanganan sendiri.

Sebab, penanganan Covid-19 tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja melainkan harus melibatkan berbagai komponen.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved