Breaking News:

Berita Regional

Jemput dan Mandikan Jenazah Pasien Corona, 25 Warga Brangkal Sragen Bakal Jalani Swab Test

Sebanyak 25 orang warga Desa Brangkal, Kecamatan Gemolong, Sragen akan menjalani swab test usai menjemput dan memandikan jenazah positif Covid-19.

Istimewa/PMI Sragen
Relawan Gabungan Pemakaman Covid-19 Sragen ketika melakukan pemakanan jenazah Covid-19 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Sebanyak 25 orang warga Desa Brangkal, Kecamatan Gemolong, Sragen akan menjalani swab test usai menjemput dan memandikan jenazah positif Covid-19.

Peristiwa penjemputan jenazah Covid-19 itu terjadi pada Rabu (2/6/2021) dan dimakamkan Kamis (3/6/2021) pada pukul 05.00 WIB.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati ketika menghadiri sebuah acara di Kecamatan Sambirejo.

Yuni menerangkan peristiwa itu bermula ketika ketidakpercayaan pihak keluarga kepada rumah sakit bahwa anggota keluarganya tersebut terkonfirmasi Covid-19.

"Peristiwa penjemputan jenazah Covid-19 ini bermula adanya tidak kepercayaan keluarga kepada rumah sakit, bahwa pasien ini tidak benar-benar Covid-19 tapi di Covid-kan," kata Yuni.

Merasa jenazah di Covid-kan pihak keluarga langsung melakukan penjemputan jenazah.

Pihak keluarga juga langsung mengurus jenazah dan memandikannya.

Pihak keluarga tidak memberitahu kepada sejumlah rekan almarhumah, sehingga beberapa rekannya juga akan menjalani swab test esok hari.

"Keluarga tidak memberitahu teman-temannya, padahal jenazah positif Covid-19 sehingga ada miss presepsi. Jam 5 tadi pagi sudah selesai dimakamkan protokol kesehatan."

"Besok pagi kita akan swab ke 25 orang yang kotak erat termasuk yang memandikan jenazah yang menguburkan dan yang mengiring jenazah," terang Yuni.

Diantara 25 orang itu dikatakan Yuni tidak ada yang tetangga korban maupun ketua RT. Warga telah mengetahui bahwa almarhum akan dimakamkan sesuai protokol Covid-19.

"Karena warga sekitar tidak datang karena mengetahui protap pemakannya covid-19, sehingga tidak ada yang takziah termasuk ketua RT," kata Yuni.

Agar tidak ada penolakan untuk dilakukan swab test, Yuni meminta bantuan kepolisian untuk menjaga agar tidak terjadi bentrokan

"Kita akan tracing semua dan tidak boleh ada penolakan, tracing besok didampingi pihak kepolisian," tandasnya. (uti)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved