Breaking News:

Kabar Gembira Pelaku Industri Kecil Menengah Kendal Dapat Sertifikasi TKDN Gratis

Pemerintah Kabupaten Kendal mendorong 40 pelaku industri kecil dan menengah (IKM) mendapatkan sertifikasi TKDN gratis.

Tribun Jateng/ Saiful Masum
Sejumlah pelaku IKM Kendal mengikuti sosialisasi TKDN di ruang Ngesti Widhi komplek Kantor Bupati Kendal, Kamis (3/6/2021). 

Penulis: Saiful Masum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM mendorong 40 pelaku industri kecil dan menengah (IKM) mengambil peran agar mendapatkan sertifikasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) secara gratis. 

Dengan itu, para pelaku IKM nantinya mendapatkan sertifikat tanda sah TKDN yang berguna untuk mengembangkan industri dan mendapatkan fasilitas dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kendal, Kun Cahyadi mengatakan, pada tahap awal ini, pihaknya mengajak 40 pelaku IKM dengan menggandeng tim sosialisasi dan verifikasi Indonesia agar bisa mendapatkan sertifikat TKDN dengan gratis. 

Selain itu, ia juga memberikan fasilitas kepada para pelaku IKM agar bisa saling berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang bagaimana memecahkan berbagai problem yang muncul dalam dunia industri. 

"Dengan ini, IKM diberi kesempatan untuk memperbaiki manajemen industrinya. Pada hari ini kita undang 40 IKM di Kendal sebagai awal mula pengembangan. Karena TKDN merupakan salah satu syarat IKM bisa go internasional dengan mengantongi sertifikat," terangnya di Kendal, Kamis (3/6/2021).

Tim Asesor TKDN Indonesia, Hendri Triadi Kuncoro menjelaskan, sertifikasi TKDN dimaksudkan untuk mendukung pelaku IKM lebih kompetitif dan produktif. 

IKM yang telah mendapatkan sertifikat TKDN dari kementerian berhak mengikuti lelang pengadaan barang dan jasa yang dibiayai oleh APBN dan APBD. Dengan TKDN pula, IKM dalam negeri berhak mendapatkan fasilitas ataupun biaya-biaya yang dikeluarkan oleh negara atau pembiayaan oleh negara melalui lelang proyek. 

Pemerintah akan memprioritaskan IKM lokal daripada industri asing yang masuk di Indonesia.

"TKDN sendiri berfungsi intuk infentarisasi industri manufaktur Indonesia, meningkatkan daya saing industri dalam negeri, dan juga sebagai proteksi industri asing masuk ke Indonesia. Artinya, untuk memproteksi barang impor yang akan masuk lelang. Bila mana yang ikut lelang industri lokal adalah produk lokal dan memiliki minimal TKDN 25 persen, otomatis produk impor tidak bisa ikut lelang," terangnya.

Hendri berharap, pelaku IKM Kendal bisa memanfaatkan program 9.000 sertifikasi TKDN gratis yang dicanangkan kementerian.

Dengan target, lebih dari 100 IKM Kendal nantinya bisa memiliki sertifikat TKDN dalam waktu dekat. 

"Sampai Mei kemarin, baru 2.000 kuota yang terserap. Masih ada 7.000 slot gratis lainnya. Targetnya Kendal bisa 100 produk lebih nanti punya TKDN," tuturnya.

(*)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved