Breaking News:

Liputan Khusus

Melihat Kemegahan Gedung Pancasila di Taman Pejambon (1)

Gedung Pancasila telah berdiri sejak zaman Hindia-Belanda. Berbagai referensi menyebut Gedung Pancasila dibangun pada 1830-an.

Editor: rustam aji
tribunnews
Gedung Pancasila di Pejambon, Jakarta Pusat, menjadi bukti benda peninggalan budaya masa lampau Indonesia. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Gedung Pancasila di Pejambon, Jakarta Pusat, menjadi bukti benda peninggalan budaya masa lampau Indonesia. Gedung ini menyimpan berbagai peristiwa penting yang menjadi cikal bakal lahirnya konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Gedung Pancasila telah berdiri sejak zaman Hindia-Belanda. Berbagai referensi menyebut Gedung Pancasila dibangun pada 1830-an.

Mulanya Gedung Pancasila dibangun untuk menjadi kediaman bagi Hertog Bernhard, Panglima Perang Kerajaan Belanda.

Pada awal 1950, setelah Indonesia merdeka, gedung ini dialihkan kepada Departemen Luar Negeri yang kini bernama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (RI). Nama gedung tersebut kemudian diganti menjadi Gedung Pancasila pada 1 Juni 1964.

Gedung Pancasila kini digunakan untuk berbagai kegiatan oleh Kementerian Luar Negeri RI. Seperti melakukan perundingan bilateral dengan negara-negara sahabat, menjamu para delegasi asing dari negara lain, hingga menggelar acara-acara berskala nasional dan internasional.

Tribun Network berkesempatan mengunjungi dan mengeksplorasi setiap ruangan dari Gedung Pancasila, Senin (31/5) kemarin. Sebelum memasuki gedung megah berkelir putih tersebut, Anda akan melihat tulisan "Gedung Pancasila" di bagian depan bangunan. Di dekat pintu masuk terdapat sebuah mortir yang merupakan markah peninggalan kolonial Belanda.

Ruangan pertama yang akan Anda temui saat memasuki Gedung Pancasila yakni Ruangan Foyer. Ruangan ini merupakan ruang tunggu yang didesain bernuansa ala Timur.

Di sisi kanan Ruang Foyer terdapat dua buah Gong Jawa dengan ukiran naga warna merah. Ada juga lukisan Presiden Pertama Indonesia, Presiden Soekarno.

Ruangan ini dihiasi dua cermin antik yang diletakkan di sisi kanan dan kiri. Selain itu ada juga tiga buah lampu kristal yang menerangi Ruangan Foyer, terletak di bagian tengah, lalu di ujung kanan dan kiri ruangan.

Sebagai informasi, Ruang Foyer saat ini sering digunakan untuk tempat penandatanganan perjanjian internasional, press briefing, dan press conference oleh menteri luar negeri RI.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved