Breaking News:

Pajak Perusahaan Digital Tembus Rp 2 triliun

PPN atas perusahaan digital yang berada dalam lingkup perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) sebesar Rp 2,01 triliun.

arenalte.com
Ilustrasi Digitalisasi. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi penerimaan pajak pertambahan nilai (PPN) atas perusahaan digital yang berada dalam lingkup perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) sebesar Rp 2,01 triliun.

Angka tersebut merupakan realisasi pajak konsumen yang didapat sejak awal Juli 2020 hingga akhir Mei 2021.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Kemenkeu, Neilmaldrin Noor mengatakan, realisasi PPN itu berasal dari 50 perusahaan digital.

Adapun sampai dengan 31 Mei 2021, DJP telah menunjuk 73 PMSE sebagai pemungut PPN PMSE. Teranyar dari jumlah tersebut, per Kamis (3/6) pemerintah telah menunjuk delapan perusahaan digital sebagai pemungut, penyetor, dan pelapor PPN.

Delapan perusahaan itu meliputi:

1. TunnelBear LLC

2. Xsolla (USA), Inc.

3. Paddle.com Market Limited,

4. Pluralsight LLC

5. Automattic Inc

6. Woocommerce Inc

7. Bright Market LLC

8. PT Dua Puluh Empat Jam Online

“Dengan penunjukan perusahaan ini, maka sejak 1 Juni 2021 para pelaku usaha tersebut berkewajiban memungut PPN atas produk dan layanan digital yang mereka jual kepada konsumen di Indonesia," katanya, dalam keterangan resmi, Kamis (3/6). (Kontan/Yusuf Imam Santoso)

Editor: Vito
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved