Breaking News:

Berita Semarang

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di Jawa Tengah Turun 1,09 Poin Selama April 2021

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Jawa Tengah mengalami penurunan pada bulan April 2021.

Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Tangkap layar - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah Sentot Bangun Widoyono saat rilis data indikator strategis Provinsi Jateng Juni 2021 melalui daring, Rabu (2/6/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Jawa Tengah mengalami penurunan pada bulan April 2021. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jateng, penurunan tersebut sebesar 1,09 poin dibanding TPK bulan Maret 2021 yang tercatat sebesar 33,27 persen.

"TPK penghunian kamar hotel berbintang di Jawa Tengah pada bulan April 2021 tercatat sebesar 32,18 persen, turun 1,09 poin dari bulan Maret.

Bila dibanding periode yang sama tahun 2020, untuk TPK April 2021 mengalami kenaikan sebesar 21,53 poin," kata Kepala BPS Jateng Sentot Bangun Widoyono saat rilis data indikator strategis Provinsi Jateng Juni 2021 secara virtual, Rabu (2/6/2021).

Sentot menjelaskan, penurunan TPK bulan April 2021 dipengaruhi oleh penurunan TPK yang terjadi pada hotel berbintang 1 turun sebesar 1,85 poin, bintang 3 turun sebesar 1,96 poin, dan bintang 5 turun sebesar 3,61 poin.

Sementara untuk bintang 2 naik sebesar 0,02 poin dan bintang 4 naik sebesar 0,04 poin.

"TPK April 2021 dibandingkan April 2020 mengalami kenaikan sebesar 21,53 poin, dipengaruhi oleh kenaikan TPK yang terjadi pada semua kelas bintang.

Hotel bintang 1 naik sebesar 6,50 poin, hotel bintang 2 naik 15,73 poin, bintang 3 naik 20,48 poin, bintang 4 naik 29,99 poin, dan bintang 5 naik sebesar 29,01 poin," paparnya.

Di sisi itu, ia menekankan, pada bulan April 2021 belum ada wisman berkunjung ke Jawa Tengah melalui pintu masuk Bandara Adi Sumarmo, sedangkan yang melalui pintu masuk Bandara Ahmad Yani ada dua orang yang merupakan WNI TKI yang pulang ke Indonesia.

"Kita tahu belum ada penerbangan langsung ke Jateng dan tentunya juga kalau secara Nasional ada indikasi kenaikan besar yang dimungkinkan ada banyak TKI yang tidak melalui Jateng, namun melalui Jakarta maupun Jatim.

Hanya ada beberapa kunjungan ke Jateng yang disinyalisasi sebagai penumpang datang melalui transit di penerbangan lain karena Jateng belum membuka penerbangan langsung," tukasnya. (*)

Penulis: Idayatul Rohmah
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved