Breaking News:

Berita Batang

Batal Berangkat, Calon Haji di Batang Tetap Berharap ke Tanah Suci Tahun Depan

Pemerintah telah resmi memutuskan pemberangkatan ibadah haji tahun 2021 ditiadakan.

Penulis: dina indriani
Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Dina Indriani
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Kantor Kemenag Batang, Luthfi Hakim saat ditemui di kantornya, Jumat (4/6/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pemerintah telah resmi memutuskan pemberangkatan ibadah haji tahun 2021 ditiadakan.

Calon Jamaah Haji (Calhaj) Kabupaten Batang tahun 2020 harus menerima keputusan bahwa tahun ini tidak dapat melaksanakan rukun Islam yang kelima itu.

Meski demikian, para Calhaj tetap berharap supaya dapat berangkat ke Tanah Suci tahun depan, setelah Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memberikan izin.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Kantor Kemenag Batang, Luthfi Hakim mengatakan secara umum seluruh Calhaj menerima dengan lapang dada atas dibatalkannya pelaksanaan ibadah haji tahun 1442 Hijriyah/2021 Masehi.

“Sebanyak 717 Calhaj sudah mengetahui kabar itu dari media televisi maupun online, jadi mereka lebih siap dan menerima keputusan yang telah disampaikan Menteri Agama kemarin,” tuturnya, Jumat (4/6/2021).

Dia pun memastikan bahwa  berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 660 Tahun 2021, bagi Calhaj yang tertunda keberangkatannya tahun ini, menjadi prioritas utama untuk penyelenggaraan tahun yang akan datang, selama yang bersangkutan memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Mereka harus bisa memenuhi kelengkapan dokumen administrasi seperti paspor, visa, melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji berdasarkan ketentuan tahun depan dan harus sehat fisik,” jelasnya.

Dikatakannya, seluruh Calhaj di Batang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19, hanya beberapa yang belum divaksin karena faktor kesehatan yang belum membaik.

“Bagi Calhaj yang tertunda keberangkatannya tahun ini hendaknya berserah diri kepada Allah SWT, karena haji ini adalah panggilan dari Allah. Dan sebagai hamba-Nya, kita harus berserah diri, menerima segala ketetapan dengan penuh kesabaran,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Aisyiyah, Hj. Kaefiyah mengatakan, awalnya Calhaj memang sedikit mengalami kekecewaan, karena sudah dua tahun masa penantian untuk beribadah haji, namun tertunda, disebabkan adanya pandemi.

“Kami tetap membesarkan hati para Calhaj, meskipun sebagai manusia biasa merasa kecewa, namun dalam keberangkatan haji selain ada syarat sehat dan biaya, juga harus mengutamakan keamanan dalam negara pun diperhatikan,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah pasti memiliki alasan untuk mengutamakan keselamatan Calhaj, maka untuk tahun ini tidak diberangkatkan ke Tanah Suci lagi.

“Alhamdulillah dari jamaah kami tidak ada yang meminta uangnya kembali, kami sudah menyampaikan kepada Calhaj, siapa yang ingin uangnya kembali, tapi sampai saat ini jamaah tidak memintanya,” ujarnya.

Dia berharap untuk Calhaj yang keberangkatannya tertunda, semoga bisa berangkat di tahun 2022 tanpa ada batasan usia.

“Semua kita serahkan kepada Allah SWT, mungkin dibalik peristiwa ini semua ada rencana lain yang terbaik dan Insyaallah seluruh Calhaj menerima karena dengan keimanan yang kuat, tidak ada yang berprasangka buruk,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved