Breaking News:

Berita Internasional

Dokter Ini Dikenal sebagai Malaikat Maut bagi Para Tahanan Nazi di Kamp Konsentrasi Auschwitz

Ketika itu ia mulai dikenal sebagai "Malaikat Maut" yang bertanggung jawab atas sejumlah besar eksperimen medis yang menewaskan 400.000 orang.

Editor: M Syofri Kurniawan
Gita Laras Widyaningrum
Pintu masuk kamp Auschwitz 

TRIBUNJATENG.COM - Kamp konsentrasi di Auschwitz, Polandia, pada 24 Mei 1943, menerima seorang dokter pria baru bernama Josef Mengele yang berusia 32 tahun.

Doker itu dikenal sebagai "Malaikat Maut".

Mengele lahir pada 16 Maret 1911 di Bavaria dan bergabung dengan Partai Nazi setelah belajar filsafat di Munich, di mana ia bertemu dengan Alfred Rosenberg, demikian dilansir History.

Baca juga: Suami Tahu Istrinya Kencan Berbayar dengan Pria Lain Setelah Penemuan Mayat Wanita Tanpa Kepala

Baca juga: Bukan Dipaksa, Ini Pengakuan Alvin Faiz Soal Alasannya Menikahi Larissa Chou

Baca juga: Youtuber Prank dan Horor Semarang Meninggal Kecelakaan, Jatuh ke Selokan Gajahmungkur

Baca juga: 2 Minggu Setelah Menikah, Pasangan Pengantin Ini Meregang Nyawa di Kamar Mereka, Mertua Histeris

Ideologi rasial Rosenberg sangat mempengaruhinya untuk bergabung dengan staf peneliti Institut Biologi Keturunan dan Kebersihan Rasial.

Dokter Josef Mengele, Malaikat Maut dari kamp konsentrasi Auschwitz. [Via Wikimedia Commons](Via Wikimedia Commons)
Dokter Josef Mengele, Malaikat Maut dari kamp konsentrasi Auschwitz. [Via Wikimedia Commons](Via Wikimedia Commons) (Kompas.com/Istimewa)

Karier Nazi

Pada 1931, pada usia 20 tahun, ia bergabung dengan Stahlhelm organisasi paramiliter. Kemudian, melanjutkannya menjadi Sturmabteilung (SA) pada 1933, dan mengajukan permohonan keanggotaan partai Nazi pada 1937.

Setelah diterima di partai Nazi, ia mengajukan permohonan keanggotaan di SS (Schutzstaffel).

Dia kemudian belajar kedokteran di Universitas Frankfurt, setelah itu dia bergabung dengan Institut Biologi Keturunan dan Kebersihan Rasial pada 1934.

Di sinilah dia mengembangkan studinya dalam antropologi fisik dan genetika.

Sebelum kedatangannya di kamp konsentrasi Auschwitz, Mengele telah menerbitkan artikel penting tentang kelainan genetik dan variasi ras dalam fitur utama. Karirnya di dunia akademis itu terlihat cerah.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved