Breaking News:

Berita Kudus

Kasus Corona Naik, RSUD Loekmono Hadi Kudus Ditambah Tenaga Kesehatan

Aziz tidak menampik jika beberapa rumah sakit lain di Kudus yang saat ini juga masih membutuhkan tambahan tenaga medis

TribunJateng.com/Rifqi Gozali
Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus, Abdul Aziz Achyar 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – RSUD Loekmono Hadi Kudus ditambah personel tenaga kesehatan.

Hal itu lantaran terdapat penambahan tempat tidur pasien dari yang semula berjumlah 172 menjadi 212 yang mensyaratkan tambahan tenaga kesehatan.

Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus, Abdul Aziz Achyar, mengatakan, selain tambahan jumlah tempat tidur pasien, penambahan tenaga kesehatan karena sebagian di antaranya ada yang terpapar Covid-19.

“Tambahan tenaga medis sudah realisasi. Jadi kemarin ada tambahan dari dokter paru dan penyakit dalam. Perawat juga datang 30-an,” ujar Aziz, Kamis (4/6/2021).

Aziz tidak menampik jika beberapa rumah sakit lain di Kudus yang saat ini juga masih membutuhkan tambahan tenaga medis.

Selain tambahan tenaga medis, pihaknya juga telah melakukan evaluasi. Evaluasi tersebut dilakukan setelah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Ganip Warsito meninjau rumah sakit. Evaluasi tersebut juga melibatkan sejumlah pejabat di tingkat pusat.

“Kami langsung difasilitasi dari BNPB di situ ada dokter Mayjen Tugas Ratmono sebagai Kepala Pusat Kesehatan TNI dan juga Direktur RS Wisma Atlet yang ada di Jakarta,” kata dia.

Dalam evaluasi tersebut, katanya, ada beberapa yang perlu dibenahi. Misalnya penetapan zona merah di ruang isolasi. “Kami sepakati tentang penetapan zona merah area pada ruang isolasi. Jadi jelas mana yang harus melalui ini dan sebagainya,” kata dia.

Selanjutnya, kata dia, dalam evaluasi tersebut juga dibentuk team work leveling. Maksudnya ketika terjadi kekurangan dokter spesialis, maka dokter umum bisa dilibatkan dengan sistem pendelegasian.

“Jadi ada sistem pengawasan, kekurangan tenaga medis bisa diatasi,” ujar dia.

Meski begitu, kata Aziz, sampai saat ini masih terjadi antrean pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Sebab, diakuinya kasus di Kudus belum menunjukkan tren penurunan.

“Tapi (antrean pasien) sudah mulai agak terurai,” kata dia. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved