Breaking News:

Karanganyar

Keberangkatan Haji Tahun Ini Ditunda Lagi, CJH: Bagian dari Proses Ibadah

Adanya penundaan keberangkatan hajir, kata Gunawan Heri Santoso (50) sebagai bagian dari proses ibadah.

Tribun Jateng/Agus Iswadi
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karanganyar, Wiharso. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Adanya penundaan keberangkatan haji untuk kali kedua dimaknai Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Karanganyar, menurut Gunawan Heri Santoso (50) sebagai bagian dari proses ibadah. 

Seperti diketahui bersama, pemerintah telah mengeluarkan Keputusan Menteri Agama RI Nomor 660 Tahun 2021 tentang pembatalan keberangkatan jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 H/2021.

"Siapapun orang yang sudah punya niatan ke sana (tanah suci) ya mesti berharap sekali untuk bisa (berangkat haji). Ya kita juga pahami kondisi ini tidak bisa diprediksi," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Jumat (4/6/2021). 

Berkaca dari pengalaman penundaan keberangkatan haji tahun sebelumnya, lanjut Gunawan sapaan akrabnya, momen ini dapat dimaknai sebagai bagian dari pada proses ibadah. 

"Kami bersama teman-teman, ini bagian dari pada proses, yang namanya haji kan panggilan," ucapnya. 

Dia menyampaikan, sudah berkomitmen dari awal untuk dapat menunaikan ibadah haji. Adanya penundaan keberangkatan tahun ini tidak lantas mengendorkan niatnya untuk dapat berangkat ke tanah suci. 

Sembari menunggu kabar soal keberangkatan haji dari pemerintah, Gunawan akan memperkaya ilmu serta memperdalam substansi dari ibadah haji itu sendiri. 

Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karanganyar, Wiharso mengatakan, akan menyosialisasikan soal penundaan keberangkatan haji serta mengedukasi kepada CJH di masing-masing kecamatan melalui media sosial.

Sekalipun para CJH sudah mendapatkan informasi soal penundaan keberangkatan haji pada tahun ini. Setidaknya ada sekitar 850-an CJH yang tertunda keberangkatannya tahun ini. 

Dia menjelaskan, adanya penundaan keberangkatan haji ini lebih karena faktor keamanan mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi serta kebijakan dari  Arab Saudi.

"Dari sisi keberangkatan, 15 Juni 2021 itu kloter pertama harusnya sudah berangkat dan puncaknya haji 19 Juli 2021. Jadi situasi dan kondisi tidak memungkinkan. Dari segi syariat pun dibenarkan karena kondisi seperti saat ini. ketika perjalanan haji tidak aman tidak dilaksanakan," jelasnya.

Dia berharap dengan adanya keputusan dari pemerintah, para CJH dapat dijadikan sebagai kesempatan untuk lebih mematangkan diri terkait manasik haji.  

"Kesempatan baik untuk peningkatan kualitas diri," pungkasnya. (*)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved