Breaking News:

Berita Salatiga

Keluarga Tenaga Kerja di Salatiga Terima Santunan BP Jamsostek Senilai Rp 42 Juta

BP Jamsostek Ungaran menyerahkan santunan kematian kepada keluarga almarhum Suparmin senilai Rp 42 juta.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS
Wali Kota Salatiga Yuliyanto saat simbolis menyerahkan santunan kematian kepada keluarga almarhum Suparmin di Kantor Dispernaker Kota Salatiga, Jumat (4/6/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Kantor Cabang Ungaran menyerahkan santunan kematian kepada keluarga almarhum Suparmin senilai Rp 42 juta.

Kepala BP Jamsostek Kantor Cabang Ungaran Novri Annur mengatakan santunan tersebut diberikan karena almarhum tercatat sebagai pengguna BPJS Ketenagakerjaan selama bekerja di Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Salatiga.

"Yang bersangkutan merupakan tenaga harian lepas (THL). Selain santunan kematian karena almarhum masih memiliki anak kami juga memberikan beasiswa sampai perguruan tinggi," terangnya kepada Tribunjateng.com, di Kantor Dispernaker Kota Salatiga, Jumat (4/6/2021)

Menurut Novri, program bantuan beasiswa BP Jamsostek meliputi jenjang pendidikan dari TK/SD/SMP/SMA dan Perguruan Tinggi (PT) dengan syarat keanggotaan sebagai peserta Jamsostek minimal tiga tahun.

Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Dispernaker) Kota Salatiga Budi Prasetyono menyampaikan seluruh pekerja formal di perusahaan telah mengikutsertakan karyawan mereka dalam BP Jamsostek.

Ia menambahkan, akan terus berupaya meningkatkan kepesertaan pekerja dalam BP Jamsostek termasuk pekerja informal seperti pedagang, guru mengaji, dan sebagainya agar terlindungi.

"Jadi kami mengapresiasi santunan yang telah diberikan BP Jamsostek kepada keluarga almarhum Suparmin yang dengan cepat memproses pencairan. Bahkan, memberikan beasiswa untuk anak-anaknya," katanya

Istri almarhum Suparmin, Supini mengaku senang karena Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga memperhatikan jaminan atau hak-hak pekerja suaminya selama bekerja.

Supini menyatakan, akan memanfaatkan santunan kematian yang ada dengan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan keluarga serta dua anaknya.

"Alhamdulillah anak-anak saya yang masih sekolah SD dan SMP juga dibantu beasiswa. Terus kalau mau melanjutkan kuliah juga dibantu pertahun 1,5 juta," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved