Breaking News:

Kemenag Pastikan Pembatalan Haji 2021 Tak Terburu-buru

Kemenag sudah berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pemerintah Arab Saudi sebelum membatalkan pemberangkatan haji pada tahun ini.

Editor: Vito
AFP/HANDOUT/SPA
ilustrasi - ibadah haji 2020 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji Indonesia 1442 H/2021 M. Di tengah pandemi covid-19 yang melanda dunia, pemerintah menilai kesehatan, dan keselamatan jiwa jemaah lebih utama dan harus dikedepankan.

Kementerian Agama (Kemenag) membantah pembatalan pemberangkatan jemaah haji 2021 sebagai keputusan yang terburu-buru.

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Khoirizi mengatakan, keputusan itu sudah dilakukan melalui kajian mendalam.

"Keputusan itu tentu berdasarkan kajian mendalam, baik dari aspek kesehatan, pelaksanaan ibadah, hingga waktu persiapan. Tidak benar kalau dikatakan terburu-buru,” ujarnya, melalui keterangan tertulis, Jumat (4/6).

Kajian tersebut, menurut dia, telah dilakukan dengan DPR. “Pemerintah bahkan melakukan serangkaian pembahasan, baik dalam bentuk rapat kerja, rapat dengar pendapat, maupun rapat panja haji dengan Komisi VIII DPR,” jelasnya.

Khoirizi menuturkan, Kemenag tentu berharap ada penyelenggaraan haji. Ia menyebut, sejak Desember 2020, Kemenag sudah melakukan serangkaian persiapan, sekaligus merumuskan mitigasinya.

Beragam skenario sudah disusun, mulai dari kuota normal hingga pembatasan kuota 50 persen, 30 persen, 25 persen, bahkan sampai 5 persen. Bersamaan dengan itu, persiapan penyelenggaraan dilakukan, baik di dalam dan luar negeri.

Persiapan layanan dalam negeri, misalnya terkait dengan kontrak penerbangan, pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih), penyiapan dokumen perjalanan, penyiapan petugas, dan pelaksanaan bimbingan manasik.

Demikian pula penyiapan layanan di Saudi, baik akomodasi, konsumsi, maupun transportasi, termasuk juga skema penerapan protokol kesehatan haji, dan lain-lain.

Namun, ia berujar, semuanya baru bisa diselesaikan apabila besaran kuota haji sudah diterima dari Saudi, di mana hingga kini hal itu belum diumumkan, sehingga waktunya dianggap tidak cukup, mengingat sisa waktu tinggal 1,5 bulan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved