Breaking News:

Berita Banjarnegara

Kompaknya Masyarakat Lintas Iman di Banjarnegara Bantu Warga Terdampak Covid 19

Di Kabupaten Banjarnegara, terdapat  Komunitas Ngopi, singkatan dari Ngobrol Perkara Iman.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
Komunitas Ngopi gelar bakti sosial dengan memberikan pelayanan kesehatan gratis dan pembagian sembako kepada 750 masyarakat Desa Nagasari, Kecamatan Pagentan, Banjarnegara. 

TRIBUNBANYUMAS. COM, BANJARNEGARA - Agama atau kepercayaan adalah urusan masing-masing orang. Tetapi soal kemanusiaan dan urusan sosial, semua umat bisa bersatu dan berjalan beriringan. 

Di Kabupaten Banjarnegara, terdapat  Komunitas Ngopi, singkatan dari Ngobrol Perkara Iman. Komunitas itu terdiri dari tokoh lintas agama, baik Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu hingga aliran kepercayaan, serta Sarsipol (Sehat Aman Rumah Sakit Indonesia Pelayanan Online). 

Mereka nyatanya bisa bersinergi untuk membantu meringankan beban warga terdampak Covid 19. Covid 19 memang butuh penanganan dari semua elemen, tak pandang suku, agama, ras atau golongan. 

Kemarin misalnya, Kamis (3/6/2021), mereka berhasil menggelar bakti sosial dengan memberikan pelayanan kesehatan gratis dan pembagian sembako kepada 750 masyarakat Desa Nagasari Kecamatan Pagentan Banjarnegara

Pembina komunitas Ngopi KH Chamzah Chasan yang merupakan Pengasuh Ponpes Tanbihul Ghofilin Mantrianom mengatakan, Banjarnegara mempunyai banyak potensi  untuk mengatasi pandemi Covid-19 sehingga bermanfaat bagi banyak orang. 

Kegiatan sosial itu dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan pelayanan secara bergantian agar tidak terjadi kerumunan. 

"Kami bersama komunitas lintas agama mencoba mengabungan beberapa instansi terutama di bidang kesehatan. Sebab di masa pandemi yang banyak dibutuhkan tenaga kesehatan," katanya

Kegiatan sosial lintas iman itu juga melibatkan beberapa rumah sakit yang mewakili agama berbeda. Sebut saja rumah Sakit Islam, Rumah Sakit Emanuel Purwareja Klampok, dan RSU PKU Muhammadiyah. Mereka nyatanya kompak melakukan bakti sosial di desa yang sulit menjangkau pelayan kesehatan. 

Direktur Rumah Sakit Emanuel Klampok, dr. Yos Kresna Wardhana, Sp.An., M.Sc. mengatakan, kegiatan bakti sosial ini merupakan kegiatan yang sangat positif karena mendekatkan antara rumah sakit dengan masyarakat. 

Selain itu, keikutsertaan tokoh lintas agama juga membuat kerukunan antar umat beragama semakin baik di Banjarnegara.  "Ke depan kita akan selalu berkoordinasi untuk membuat kegiatan-kegiatan lain yang positif," katanya. 

Direktur RSU PKU Muhammadiyah Banjarnegara dr. Bugar Wijiseno mengatakan, melalui kegiatan itu, pihaknya ingin berpartisipasi untuk mengabdikan diri kepada masyarakat dengan memberikan pelayanan kesehatan, baik pencegahan, maupun pengobatan bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan.

"Kami berharap kegiatan ini akan terus berkesinambungan untuk menciptakan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Banjarnegara," harapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved