Breaking News:

Berita Banjarnegara

Seluruh SD dan SMP di Banjarnegara Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dirindukan sebagian siswa dan orang tua siswa.

TRIBUNBANYUMAS. COM, BANJARNEGARA - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dirindukan sebagian siswa dan orang tua. Maklum, sudah setahun lebih pembelajaran dilakukan dalam jaringan (daring), masyarakat menginginkan sekolah kembali dibuka. 

Masalahnya, pandemi Covid 19 yang masih mengganas membuat sebagian Pemerintah Daerah (Pemda) menunda PTM sampai situasi memungkinkan. Sebagian daerah, semisal Kebumen mulai memberlakukan PTM, namun hanya diperuntukkan bagi sekolah yang berada di zona hijau. 

Lain halnya di Kabupaten Banjarnegara. Mulai akhir Mei atau awal Juni 2021 ini, PTM dilakukan serentak di semua sekolah dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). 

Sekolah-sekolah yang tadinya kosong kini sudah terisi kembali. Jalan kembali hiruk oleh anak-anak berseragam sekolah. Mobil-mobil angkutan kembali menyesaki pinggir jalan dekat sekolah menunggu para siswa.  Sebagian mereka mengenakan pelindung masker sesuai arahan protokol kesehatan. 

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Banjarnegara Noor Tamami mengatakan, pembelajaran tatap muka di seluruh SD dan SMP di Banjarnegara sudah dimulai sejak akhir Mei atau awal Juni 2021 ini. 

"Ini PTM periode kedua, periode pertama sudah pernah dilaksanakan pada Agustus-Desember 2020 lalu," katanya, Jumat (4/6/2021).

Pada akhir 2020 lalu, pihaknya menggelar PTM periode pertama. Tetapi mulai Januari 2021, pembelajaran kembali harus dilaksanakan secara daring mengikuti arahan pemerintah pusat. 

Rupanya, dalam perjalananya, muncul keluhan dari sebagian orang tua atau masyarakat, khususnya yang berada di pedesaan.  

Ketiadaan sinyal internet di desa menyulitkan sebagian siswa untuk mengikuti pembelajaran daring. Bahkan, pernah viral sekelompok anak di Kecamatan Karangkobar tiap hari harus naik ke bukit dan belajar di kuburan demi mendapatkan sinyal. Mereka harus belajar berdampingan dengan batu-batu nisan orang yang telah meninggal. 

Belum lagi permasalahan lain semisal keterbatasan kemampuan orang tua miskin untuk memenuhi sarana pembelajaran bagi anaknya. 

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved