Breaking News:

Wakil Bupati Tegal dan Sekda Kenakan Pakaian Adat Tegalan, Ada Apakah?

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2021 mengusung tema “Pancasila dalam tindakan bersatu untuk Indonesia tangguh." 

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: Daniel Ari Purnomo
Istimewa
Foto Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono, saat mengikuti jalannya upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2021 secara daring, Selasa (1/6/2021) lalu di Gedung Dadali Cinema Center. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI – Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2021 mengusung tema “Pancasila dalam tindakan bersatu untuk Indonesia tangguh." 

Upacara yang digelar secara luring dan daring di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat tersebut diikuti oleh Pemerintah Kabupaten Tegal bersama jajaran forum komunikasi pimpinan (Forkopimda) Kabupaten Tegal, Selasa (1/6/2021) lalu dari Gedung Dadali Cinema Center.

Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono, hadir mengikuti jalannya upacara tersebut dengan mengenakan pakaian adat Tegalan. 

Sementara Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), selaku inspektur upacara mengenakan pakaian adat dari Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Pelaksanaan upacara diawali dengan laporan komandan upacara kepada inspektur upacara dan dilanjutkan dengan mengheningkan cipta. 

Rangkaian selanjutnya adalah pembacaan teks Pancasila oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo, yang diikuti oleh pembacaan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani.

Lewat amanatnya, Jokowi menyampaikan jika peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar setiap tanggal 1 Juni ini harus bisa dimanfaatkan untuk mengokohkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menurut Jokowi, meskipun Pancasila telah menyatu dalam kehidupan bangsa sepanjang Republik Indonesia ini berdiri, namun tantangan yang dihadapinya tidaklah ringan. 

“Globalisasi dan interaksi antar bangsa di belahan dunia tidak serta merta meningkatkan kesamaan pandang dan kebersamaan. Yang harus kita waspadai adalah meningkatnya rivalitas dan kompetisi, termasuk rivalitas antar pandangan, rivalitas antar nilai-nilai, dan rivalitas antar ideologi,” ujar Jokowi, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Jumat (4/6/2021). 

Lebih jauh, Jokowi menuturkan, untuk menghadapi segala permasalahan, diperlukan wawasan kebangsaan yang luas dan pendalaman nilai-nilai Pancasila yang tentunya tidak bisa lagi dilakukan dengan cara-cara biasa. 

Diperlukan cara baru dengan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era revolusi industri 4.0 ini. 

Pancasila, menurutnya juga harus menjadi pondasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkeindonesian.

“Pancasila harus menjadi pondasi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatupadu, bergerak aktif melalui Pancasila menuju Indonesia yang kita citakan. Selamat membumikan Pancasila,” tutup Jokowi.

Upacara ini diakhiri dengan pembacaan doa oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved