Breaking News:

Berita Karanganyar

6 SMPN di Karanganyar Buka Pendaftaran PPDB Secara Luring, Dinas Imbau Perketat Protokol Kesehatan

Sejumlah 6 SMP N di Kabupaten Karanganyar membuka Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara luring atau tatap muka.

Penulis: Agus Iswadi
Editor: Catur waskito Edy
agus iswadi
Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar. 

Penulis: Agus Iswadi.

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Sejumlah 6 SMP N di Kabupaten Karanganyar membuka Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara luring atau tatap muka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunjateng.com dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar,  ada 51 SMP Negeri yang membuka pendaftaran PPDB pada tahun ini. 

Dari jumlah tersebut 45 sekolahan melaksanakan pendaftaran PPDB secara daring, sedangkan enam sekolahan melaksanakan secara luring atau tatap muka. Enam sekolahan tersebut meliputi SMPN 3 Jatipuro, SMPN 4 Jatiyoso, SMPN 3 Jumapolo, SMPN 3 Jumantono, Satu Atap Kerjo dan Satu Atap Jenawi.

Seperti diketahui bersama pendaftaran PPDB di Kabupaten Karanganyar dibuka mulai 21-23 Juni 2021. Pendaftaran PPDB dapat diakses melalui website https://karanganyar.siap-ppdb.com.
Pendaftaran PPDB TK dan SD akan digelar secara luring. Sedangkan PPDB SMP digelar secara daring dan luring.

Ada empat jalur pendaftaran PPDB tingkat SMP seperti jalur zonasi, afirmasi, perpindahan orang tua dan prestasi.

Jalur zonasi terbagi menjadi empat, pertama zonasi lingkup kelurahan/desa tempat siswa tinggal, kedua zonasi lingkup kecamatan, zonasi ketiga lingkup kabupaten dan zonasi keempat lingkup kabupaten. 

Plt Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud Karanganyar, Endang Trihadiningsih menyampaikan, enam SMPN melaksanakan pendaftaran PPDB secara luring atas masukan dari Korwil dan pertimbangan dari dinas.

"Pertimbangan ada susah sinyal dan ketika darinh pun jumlah siswa hanya sedikit. Bukan semata-maya karena sinyal," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Sabtu (5/6/2021).

Dia mencotohkan, semisal ada anak yang tinggal di dekat sekolah A. Akan tetapi anak tersebut memiliki keinginan mendaftar di sekolah B melalui jalur zonasi dua atau lingkup kecamatan maupun jalur prestasi.

Mengingat ada enam sekolah yang melaksanakan pendaftaran PPDB secara luring, dinas meminta supaya pihak sekolah menerapkan protokol kesehatan ketat.

Endang menuturkan, sebelum orang tua masuk ke dalam sekolah diwajibkan mengenakan masker dan cuci tangan terlebih dahulu. Serta dilakukan pengecekan suhu tubuh.

"Ruang kelas disterilkan sebelum dan sesudah digunakan. Kan kelas banyak, misal satu kelas 10 orang supaya tidak berkerumun," ucapnya.

Sementara itu kaitannya dengan pendaftaran PPDB SMP Swasta, mayoritas melaksanakan secara luring. Dari 31 sekolahan, hanya satu sekolahan yang menggelar secara daring.

"Kalau SMPN kan dibiayai dinas, per sekolah Rp 4,4 juta untuk program PPDB," jelas Endang. (Ais).

Baca juga: Tetap Bertahan di Kala Pandemi, Reza Kaca Film Buka Cabang di Yogya

Baca juga: Chord Kunci Gitar Sa Rindu Ko Glenn Sebastian Rengrengulu

Baca juga: Mengenal Palung Mariana, Tempat Terdalam Bumi Dijuluki Kegelapan Abadi

Baca juga: FEB Unsoed Purwokerto Ulas Strategi Pemasaran di Era Digital

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved